-----------------------

Friday, October 31, 2014

Pengaruh Cuaca dan Faktor Alam Pada Hasil Tangkapan Memancing.




Memancing di laut memang memiliki daya tarik tersendiri, ada sesuatu
yang berbeda pada saat kita strike ikan laut jika dibandingkan dengan
mancing dikolam pemancingan. Tentunya banyak faktor yang mempengaruhi
hasil tangkapan ikan laut tersebut. Segalanya perlu persiapan mulai dari
perlengkapan mancing, kondisi tubuh dan juga tidak ketinggalan uang
untuk menyewa kapal apabila kita tidak punya kapal sendiri.

Selain itu faktor cuaca juga sangat menentukan, ada beberapa tanda alam
yang harus diperhatikan untuk mencapai hasil yang maksimal saat mancing
di laut. Dan yang terpenting adalah keselamatan diri pada saat kita
mancing di laut. Berikut ini sedikit gambaran tentang faktor cuaca yang
mempengaruhi hasil tangkapan di laut.
**

*Matahari dan Bulan*


Terik tidaknya matahari pada siang hari kadang mempengaruhi kegiatan
ikan. Memancing yang baik adalah saat menjelang pagi atau subuh, dimana
secara biologis ikan baru keluar dari tidurnya dan mencari makan.
Diteruskan hingga siang hari teriknya matahari yang terus bersinar tanpa
adanya mendung dan gelap.

Sedangkan di malam hari berpengaruh kepada ada atau tidaknya bulan. Pada
malam hari memancing ikan yang baik adalah pada saat tidak ada bulan
atau dengan kata lain pada saat tidak ada sinar. Karena air laut itu
mengandung garam maka jika ada sinar bulan pada malam hari akan
menyebabkan senar pancing yang ada di dalam air laut akan terlihat
seperti menyala, itu diakibatkan karena adanya sinar atau cahaya dari
atas permukaan air.

Tetapi untuk memancing cumi-cumi atau udang lebih sering dilakukan pada
malam hari justru disaat ada bulan adalah saat yang paling baik, karena
hewan-hewan ini sangat tertarik kepada cahaya yang menyebabkan mereka
mengumpul di permukaan laut disaat ada bulan. Itu sebabnya mengapa
nelayan pada malam hari menggunakan lampu atau petromak untuk mencari
ikan kecil, udang dan cumi-cumi.

*Angin, Ombak dan Awan*

Kecepatan angin juga mempengaruhi kegiatan ikan, karena besar tidaknya
ombak adalah akibat dari tiupan angin. Dari tiupan angin akan
mengakibatkan adanya ombak dan juga bisa berpengaruh kepada ada atau
tidaknya awan. Jika memancing di tengah teluk yang curam disaat ombak
besar ikan-ikan yang lebih kecil biasanya akan menuju ke teluk yang
mengakibatkan ikan-ikan besar juga ikut ke dalam teluk untuk mencari mangsa.

Aliran angin juga tergantung dari cuaca dan musim. Jika mendung dan
matahari terhalang atau redup, ikan laut juga biasanya akan berenang dan
berada lebih kedalam air atau bahkan ke dasar laut. Disaat hujan atau
musim hujan, ikan laut cenderung lebih sedikit karena salinitas air laut
atau kadar garam pada air laut berkurang yang disebabkan oleh banyaknya
air tawar yang terbuang ke permukaan laut juga ditambah oleh aliran
muara sungai tempat air tawar terbuang ke tengah laut dan mengakibatkan
ikan menuju ke tengah laut, ke dasar laut atau bersembunyi dikarang.
Sedangkan jika hujan terjadi di tengah laut dan hanya sebentar apalagi
ketika hujan baru reda kadang ikan akan bertambah lapar dan agresif.

*Faktor Cuaca di dalam air laut*

*Suhu air laut*

Suhu air laut sangat berpengaruh pada ikan, jika terlampau panas ikan
akan lebih ke dalam laut atau ke tengah laut untuk mencari suhu yang
lebih dingin, tetapi pada suhu yang agak tinggi ikan akan lebih agresif
dalam mencari makan. Sedangkan jika suhu air laut terlampau dingin, ikan
akan kurang dalam selera makan dan kurang begitu agresif. Suhu air laut
daerah tropis berkisar antara 26 – 35 derajat celcius sedangkan pada
daerah kutub bisa mendekati nol derajat celcius.

*Arus air laut*


Arus air dipengaruhi oleh keadaaan laut sekitarnya. Banyak kejadian pada
saat situasi angin lemah, arus air bisa kencang atau pada saat angin
kencang arus air dalam laut justru lemah. Jadi arus air tidak
dipengaruhi oleh angin.

Jika arus air laut kencang dapat terlihat pada mancing dasar oleh
miringnya senar pancing ketika timah pemberat umpan pancing dan mata
kail sudah menyentuh dasar laut. Kadang mata kail dapat bergeser sangat
jauh atau bahkan tidak dapat menyentuh dasar laut. Keadaan seperti ini
dapat diatasi dengan memberi pemberat yang lebih besar. Seperti layaknya
udara, air laut bergerak dari yang bersuhu dingin menuju ke suhu yang
lebih hangat. Pada daerah pertemuan kedua arus inilah biasanya ikan
banyak berkumpul.

*Kejernihan air laut*


Faktor kejernihan atau kekeruhan air laut juga patut diperhitungkan.
Kadang kekeruhan air yang buruk atau banyaknya sampah dapat menyebabkan
ikan berkurang. Saat yang lebih baik adalah pada keadaan laut sekitarnya
bening dan berwarna biru terang dan matahari bersinar terik. Kadang
perbedaan warna laut bisa diakibatkan oleh sinar matahari yang redup
atau terhalang oleh mendung, hal ini dapat menyebabkan air laut terlihat
keruh. /(sumber : pulauseribu)/