-----------------------
Showing posts with label MANCING LAUT. Show all posts
Showing posts with label MANCING LAUT. Show all posts

Wednesday, October 24, 2018

Cara memancing cumi menggunakan squid jig / capela


Mancing cumi memang memiliki sensasi tersendiri, mancing cumi juga banyak digemari karena perlawanannya yang berbeda dengan mancing ikan biasanya. Memancing cumi bisa menggunakan teknik yang beragam, itu sebabnya umpan yang digunakan juga beragam. Cumi-cumi termasuk dalam kelas Cephalopada dan masuk dalam ordo Teuthida.

Tuesday, October 23, 2018

Memilih Tempat dan Waktu Yang Tepat Memancing Baronang



Ikan Baronang selain memiliki nilai jual yang tinggi,kaya akan protein dan hidangan seafood populer di Nusantara ternyata sangat ayik untuk dipancing. Namun untuk memancing ikan baronang ini diperlukan pengetahuan khusus tentang waktu dan spot yang tepat untuk berburunya. Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam mancing ikan ini ada waktu-waktu mancing tertentu,  biasanya ikan ini banyak terdapat pada bulan Agustus sampai dengan Desember.

Sunday, October 21, 2018

Tujuan Penggunaan Ring Guide Dipasang Melintir pada Joran





Tujuan membuat desain spiral pada joran yaitu
untuk meminimalisir gesekan senar pe (mainline)
dengan batang joran (blank) yang menyebabkan
ka pada joran dan juga mengurangi performa pada joran.
Ring spiral ini juga mampu meredanm
efek melintir' yang terjadi pada joran saat
menaklukkan perlawanan ikan. Jika joran
melintir, maka lifting power jadi tidak maksimal.
Pemasangan ring guide pada joran jenis ini
harus diperhitungkan secara matang. Kita harus
mengetahui titik 0 atau 180° ring pada joran.
Beberapa ringyang dipasang harus dalam satu
garis lurus (sesuai dengan backbone). Kendala ring
spiral dalam aplikasi memancing adalah sedikit
terhambatnya senar yang bergerak karena gesekan
guide. Jelas berbeda tentunya dengan guide lurus,
tetapi semua disesuaikan dengan kebutuhan
pemancing. Sementara untuk ukuran umpan yang
digunakan bisa disesuaikan dengan ukuran blank

Bagaimana Kiat Memancing di Rumpon?


Hal pertama adalah melihat karakteristik spot.
Bagaimana kontur dasar laut spot tersebut karena
berpengaruh dengan teknik mancing yang akan dipilih.
Lalu lihat juga cuaca, kecepatan angin paling kencang
maksimal 28-32 knot. Kemudian suhu air ideal untuk
Tuna migrasi itu sekitar 23.C. Setelah itu cek kondisi
arus bawah, apakah ada arusnya atau arus mati. Hal-hal
seperti ini berpengaruh dengan agresifitas Tuna untuk
memangsa. Untuk teknik mancing, lebih baik bertanya
dahulu kepada kapten kapal atau nelayan setempat
yang lebih berpengalaman. Misal pakai teknik jigging,
kalau spot-nya deep water kita bisa main di air tengah
antara 70-80 meter. Kita mainkaan retrieve saja,
istilahnya rajin ngocok pangkal strike. Karena kalau
terlalu dalam kebanyakan pemancing tidak siap saat
strike lalu berujung ke 'nyajen' metaljig dan PE.
Untuk pemilihan warna metaljig, tidak terlalu
berpengaruh, karena dasarnya ikan itu buta warna.
Namun dari pengalaman, warna hijau, silver dan ungu
itu peluangnya lebih besar, karena memantulkan
cahaya di dalam air. Untuk teknik dasaran, penggunaan
umpan alami bisa sangat diandalkan. Peluangnya bisa
sampai 90% strike karena mengeluarkan aroma yang
mengundang Tuna untuk memangsa. Biasanya umpan
yang paling jitu digunakan itu cumi. Atau bisa juga
pakai umpan tiruan menggunakan plastik kiloan bening yang dibuat mirip sekali dengan cumi. Umpan ini biasa dipakai oleh nelayan lokal Sendangbiru

Sunday, June 21, 2015

Sensasi Memancing Ikan Kiper





Lautan Indonesia memang kaya akan Satwa Aquatic, mulai di perairan dalam sampai di perairan dangkal, tidak hanya itu di pesisir pantai dan Rawa Bakau juga menjadi surga bagi sebagian jenis ikan salah satunya yang sering di jumpai adalah Ikan Kiper atau Ikan Lantang-lantang.

Ikan Kiper atau Spotted Scat Fish adalah ikan dari family Scatophagidae yang bernama Ilmiah Scatophagus Argus, Ikan yang mempunyai duri-duri tajam dan berwarna tutul ini di kenal memiliki kebiasaan yang sama dengan Ikan dari family Siganidae yaitu Baronang (Signus sp) banyak yang menyebutkan Ikan Kiper dan Ikan Baronang adalah ikan Herbivora (pemakan tanaman) namun pada kenyataanya kedua ikan tersebut juga memakan apapun tak terkecuali Daging ikan lain.

Ikan Kiper juga termasuk ikan Konsumsi yang populer, selain memiliki daging yang empuk rasanyapun tidak kalah gurih dengan ikan lainya, Ikan kiper dan Baronang juga merupakan ikan buruan bagi para pemancing, gerakanya yang cepat dengan sedikit perlawanan yang kuat untuk ukuran ikan bakau, ikan kiper dapat memberi sensasi Strike yang di rindukan bagi para pemancing.

Memancing Ikan Kiper maupun Baronang sebenarnya cukup mudah siapkan Joran/Stick pancing berjenis Tegek (joran tanpa Reel sheat) yang memakai pelampung kecil dengan jarak 50cm dari kail atau Joran Spinning (Joran lengkap dengan Reel sheat) dengan rangkaian pancing dasar tanpa pelampung, untuk ukuran Kenur/senar max 4-6mm dengan kekuatan 10lbs atau 5kg.

Umpan memancing Ikan Kiper dan Baronang bisa menggunakan lumut laut namun bukan hanya itu umpan yang umum di gunakan para pemancing, mengingat Ikan Kiper juga dapat di katakan sebagai Ikan Omnivora umpan seperti udang, irisan daging ikan, Cacing, daging Kepiting ternyata juga cukup ampuh untuk menjadi umpan memancing ikan berduri ini.

Untuk lokasi pemancingan tidak perlu susah mencari, karna Ikan Kiper dan Baronang mudah di jumpai di area Pertambakan, Dermaga pelabuhan dan Muara atau Lautan yang dangkal. (4ndysw4n)

Saturday, June 20, 2015

Pilihan Lain Saat Memancing Di Laut Terhalang Cuaca Buruk.




Jika kita perhatikan prediksi di berbagai situs cuaca saat ini, angin masih terus bertiup kencang yang membuat lautan kita terus ‘mendidih’. Bagi pemancing freshwater ini tidak berpengaruh apa-apa, namun bagi pemancing laut mungkin mulai bosan menunggu laut teduh. Apa yang bisa kita lakukan agar terhindar dari kebosanan?

Melirik Freshwater Fishing
Bagi Anda para pemancing laut, tidak ada salahnya jika laut sedang tidak bersahabat seperti ini kita meilirik ke air tawar sementara waktu. Kita bisa memancing di kolam, danau, sungai, dan di lokasi-lokasi lainnya. Yang belum pernah mencoba mungkin akan mencibir bahwa sensasi mancing di freshwater tidak sehebat di laut. Tapi tunggu dulu, kita harus ingat bahwa semua teknik memancing memiliki keunikan sendiri-sendiri sekaligus memiliki sensasi yang khas. Jadi tidak ada salahnya Anda mencobanya. Biasanya banyak acara mancing freshwater di saat seperti ini, Anda bisa mempertimbangkan untuk mengikutinya bukan?

Merawat Tackle Saltwater Kita
Banyak yang sibuk memancing tanpa memperhatikan perawatan pada peralatan mancing yang dimiliki. Padahal alat-alat itu kita beli dengan biaya yang tidak sedikit. Nah, di saat libur melaut seperti ini Anda bisa meluangkan waktu Anda untuk merawat alat-alat pancing mahal milik Anda itu. Reel bisa dibongkar dan dibersihkan agar saat dipakai trip mendatang benar-benar dalam kondisi prima. Mata pancing yang sudah berkarat bisa kita buang dan diganti dengan yang bagus atau baru sehingga kemungkinan ikan lepas karena faktor pancing bisa dihindari nantinya. Atau kita bisa membersihkan joran kita, periksa cincinnya, apakah ada yang rusak atau tidak. Tali pancing kita juga memerlukan sentuhan kita. Mungkin saja di gulungan tali PE atau monofilamen itu ada yang rusak bukan? Umpan-umpan kita pun bisa kita periksa. Dan lain sebagainya.

Mengintip Produk Terbaru
Terkesan konsumtif mungkin, tetapi ini juga perlu karena produsen tackle biasanya banyak mengenalkan produk yang layak koleksi pada saat-saat seperti ini. Jika kemarin belum ada warna lure yang Anda cari, siapa tahu sekarang lure dengan warna spesifik yang Anda inginkan telah tersedia? Luangkan waktu untuk mengunjungi toko pancing langganan Anda masing-masing agar tidak ketinggalan info. Siapa tahu ada peralatan Anda yang sudah harus ‘diupdate’?

Melewatkan Waktu Dengan Keluarga
Nah ini sangat penting. Menjadi hal umum bahwa pemancing banyak diprotes oleh keluarga karena lebih memilih meluangkan waktu senggang dengan pergi mancing, dan bukannya bersama keluarga mereka. Saat sekarang ini menjadi momen yang tepat untuk bersama mereka secara penuh. Pasti mereka akan sangat senang. Namun saran kami, jangan hanya pada saat laut tidak bersahabat saja kita bersama mereka. Selalu seimbangkan waktu kapan saja antara pekerjaan, hobi dan keluarga.

Memancing di Laut Dengan Umpan Belut





Umpan pancing dengan menggunakan belut mungkin bagi sebagian kita masih asing, namun ada sebagian pemancing yang sudah terbiasa menggunakan belut sebagai umpan pancing. Khususnya untuk umpan mancing di laut.

Pemancing yang menggunakan belut sebagai umpan pancingnya biasanya sudah mengetahui targetnya untuk ikan yang besar-besar. Yup benar, tentu saja rugi dong, Kalau kita menggunakan umpan belut namun mancingnya hanya dapat yang kecil-kecil, sebab harga belut kan mahal. Jadi, sebagian Pancing Mania saja yang berani memakainya.

Di Surabaya ada tempat di daerah Gunung Sari yang biasanya telah menjadi jujukan untuk mendapatkan belut. Rata-rata belut yang digunakan berukuran mulai dari 15 cm – 25 cm.
Ada sedikit tambahan pengetahuan bila akan menggunakan belut sebagai umpan pancing. Hal yang perlu diperhatikan adalah cara merawat belut agar tetep segar, dan kemudian adalah memasukkan belut ke kail pancing kita.

Gunakan kotak khusus untuk menyimpan belut agar awet. Bisa dari stereofoam, plastik, atau kotak bambu. Kemudian berilah sedikit ruang di bagian dasar atau di sisinya. Kegunaan sekat itu adalah untuk ditempatkan es batu. Sekatnya bisa menggunakan plastik atau rumput yang tebal. Es batu inilah yang akan mendinginkan belut sehingga dia akan pingsan sementara. Ukurlah jarak yang cukup agar belut tidak berkumpul langsung dengan es batunya.

Nah, nantinya bila belut sudah dikeluarkan di atas kapal (siap untuk umpan pancing), maka hangatkan dulu sejenak agar belut tersebut siuman.

Cara menghangatkannya bisa dengan air hangat atau air laut, atau membiarkannya sebentar agar terkena angin. Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah cara memasang kail pancing anda pada tubuh belut, perhatikan juga bahwa ukuran kail pancing anda haruslah cukup besar. Pemasangan kail pancing terhadap belut tidak dimulai dari mulutnya, terus masuk ke tubuhnya, seperti halnya kita biasa memakai cacing.

Cara Pemasangannya untuk belut adalah dari mata ke mata yang satunya, Atau dari bagian hidung terus menembus ke bawah dagunya. Dengan cara-cara ini, belut masih tetap bisa hidup untuk beberapa waktu lamanya. Tubuhnya atau bodinya masih juga bisa berdansa/menari yang akan menarik perhatian ikan.

Bila anda memancing di daerah perairan laut Pangandaran, Sumenep, NTT, Papua dan semacamnya, maka tidaklah rugi bila umpan pancing anda menggunakan belut. Sebab pasti yang didapat adalah ikan besar.

Wednesday, June 10, 2015

Teknik Dasar Memancing Cumi dan Sotong





Cumi-cumi termasuk dalam kelas Cephalopada dan masuk dalam ordo Teuthida. Cephalopoda dalam bahasa Yunani berarti “kaki kepala”, hal ini karena kakinya yang terpisah menjadi sejumlah tangan yang melingkari kepala. Cumi-cumi juga memiliki mata yang sangat tajam, maka dari itu penggunaan umpan yang berwarna cerah adalah salah satu cara terbaik untuk menarik perhatian cumi-cumi ini.
 
Umpan
Biasanya umpan yang digunakan untuk mancing cumi-cumi adalah udang-udangan yang biasa dikenal
dengan sebutan Capela. Banyak pilihan warna untuk umpan capela yang digunakan, tergantung
situasi & kondisi cuaca serta lokasi tempat mancing.

Lokasi Memancing
Untuk mancing cumi anda bisa mencoba dari atas dermaga, perahu atau dari karang-karang pinggir
pantai laut. Hindari memancing di lokasi dengan arus yang sangat deras karena cumi biasanya
tidak bermain di lokasi seperti ini. Dasar laut harus memiliki gugusan rumput laut atau karang
sebagai tempat berlindung cumi. Idealnya air laut harus berwarna cerah/bening, ada sedikit
angin (angin darat bukan angin laut) dan kedalaman laut berkisar antara 2-6 meter. Jika
mancing di atas dermaga, perhatikan bekas tinta (dari cumi) di lantai dermaga. Bekas tinta ini
menunjukkan bahwa anda telah menemukan lokasi yang tepat untuk mancing cumi.

Waktu Memancing
waktu terbaik untuk mancing cumi adalah saat pagi hari (jam 6.00-9.00) dan menjelang malam
(jam 18.00-21.00). Jika anda mancing di lokasi dengan lampu penerangan buatan seperti dermaga
atau pelabuhan, maka anda bisa mancing sepanjang malam, Cumi akan tertarik dengan sinar lampu
yang terang. cari posisi/lokasi dermaga yang paling terang.

Aksi
Lemparkan capela sejauh mungkin dan biarkan tenggelam sebentar kira-kira 10 detik. Berikan
sentakan pendek pada capela untuk mendapatkan perhatian cumi. Segera setelah anda melihat sang
cumi mencengkeram capela, anda harus menggentak secara perlahan agar mata pancing tersangkut
kemudian gulunglah reel secara perlahan sampai cumi mendekat ke jaring serok anda. Kadangkala
gerakan menghentak hanya akan menakuti cumi, maka anda harus memperhatikan sang cumi dengan
seksama untuk melihat reaksinya terhadap capela.

Spot Memancing Paling Favorit Di Indonesia




1. Laut Flores dan Laut Sawu, Nusa Tenggara Timur
Di seputar laut flores seperti pulau alor , lembata , sumba , pulau komodo , hingga rote . Ombak besar dengan kedalaman laut hingga 3000 meter , menjadi tempat terfavorit para pemancing. Banyak ikan-ikan yang paling di buru disana .

2. Seputar Pulau Biaro, Sulawesi Utara dan pulau doi di kepulauan Loloda utara, Halmahera, Maluku Utara .
Kedalaman laut hingga 5000 meter , ombak yang besar, cuaca dan angin yang sering berubah dengan laut pasifik yang kaya akan ikan berukuran besar sangat digemari oleh pemaancing . Infrastruktur wisata memancingnya belum tersedia, namun terdapat kapal tradisional . Di sekitar pulau biaro terdapat tiga sea mount reef yang kaya ikan besar . di pulau ini juga sering diadakan kompetisi tahunan Kasal Cup International Sport Fishing Tournament.

3. Laut Banda, Laut Aru, Laut seputar pulau Kei, Maluku
kedalaman yang mencapai 5000 meter ombak yang juga besar dan angin yang pasti selalu berubah .
infrastrukturnya untuk wisata sangat memadai , namun untuk memancing belum tersedia . biasa nelayan menyewakan kapal tradisionalnya , terdapat banyak zona Drop Off yang menjadi sarang ikan besar .

4. Laut Pulau Biak , Papua Barat
Kedalaman laut >1000 meter . ombak tenang, dengan angin sering berubah . Sangat cocok untuk memancing dengan teknik popping , jigging dan trolling . Tersedia infrastruktur wisata memancing , sejumlah resort menyewakan kapal.

5. Laut Fakfak, Kanka hingga Kaimana , Papua Barat .
Kedalaman laut lebih dari 1000 meter dengan angin yang sering berubah . Tempat terbaik untuk memancing tuna . dengan berat 90 kg, waktu terbaik untuk memancing adalah bulan Nopember. Tersedia infrastruktur wisata memancing sejumlah resort yang menyewakan kapal dengan ABK berpengalaman .

6. Laut Bali selatan terutama di gugusan seputar Nusa Ceningan dan Lembongan .
Tersedia infrastruktur wisata memancing memadai, tempat favorit untuk popping , jigging ,trolling , dan ombak pun cukup tenang .

7. Laut sekitar pulau Karimunjawa hingga pulau di sekitar Madura , Jawa Timur .
Aneka jenis ikan tenggiri,  kakap , giant travelly dan tuna  bisa anda buru disini.
Infrastruktur wisata belum tersedia .

8. Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, pantai Malimping, dan Binuangeun, Ujung Kulon dan laut disekitar Krakatau , Banten.
Tempat memancing dengan infrastruktur memancing terbaik di Indonesia, di Malimping dan Binuangeun, kabupaten Lebak Banten tersedia kapal memancing dilengkapi GPS dan Fish finder dengan ABK terbaik dan berpengalaman . Merupakan tempat favorit pemancing dari jakarta dan sekitarnya, di tempat ini pula sering diadakan turnamen mancing misalnya ; di Pelabuhan Ratu terdapat kompetisi bergengsi indonesia, Presiden Cup Fishing Tournament . Sedangkan di Binuangeun terdapat kompetisi Nusantara Fishing Tournament, termasuk IFT Fishing Tournament yang sudah beberapa kali diadakan di Binuangeun.

9. Perairan kepulauan Mentawai, Siberut Sumatera Barat .
Terutama di sekitar karang sibora. Infrastruktur memancing belum tersedia, namun bagi anda yang ingin memancing dapat menyewa kapal tradisional milik nelayan sekitar .

10. Pulau Weh Sabang, Aceh .
Terutama di sekitar gugusan karang pulau Silaku, infrastruktur wisata belum memadai di pulau weh ini.
catatan : Lokasi dituturkan oleh Dudit Widodo pemancing handal yang telah menjalani beberapa medan mancing di Indonesia , Dudit Widodo juga produser acara mancing mania . (sumber : tips-artikel)

Teknik Memancing Laut di Lapisan Tengah




Teknik Memancing Laut di Lapisan Tengah
Jenis ikan yang menjadi sasaran pada pemancingan di lapisan tengah tidak berbeda dengan pemancingan di dekat permukaan. Dengan demikian, lokasi pemancingannya pun tidak berbeda sehingga penentuan lokasinya hampir sama. Memancing di lapisan tengah sering dilakukan di perairan yang telah diketahui ada ikannya seperti di perairan yang memiliki karang atau disekitar rumpon.


Oleh karena itu, jenis ikan yang tertangkap adalah jenis ikan yang senang hidup di perairan tersebut seperti ikan tuna, sunglir, dan lemadang. Tidak jarang memancing di lapisan tengah dilakukan di sekitar bagan milik nelayan. Kapal di ikatkan pada bagan sementara si pemancing dapat melakukan aktivitasnya. Kapal untuk memancing di lapisan tengah tidak perlu di desain khusus, kecuali untuk pemancing ngocer.
Karena pemancingan ngocer menggunakan umpan hidup, maka kapal harus dilengkapi dengan tempat penyimpanan umpan. Tempat ini sebaiknya berada di dalam kapal dan memungkinkan air laut bisa diatur sirkulasinya. Dengan sirkulasi air yang baik, umpan akan bertahan hidup dalam waktu yang agak lama. Jenis kapal apa saja dapat digunakan. Disini kapal hanya berfungsi sebagai sarana transportasi dan tempat berteduh saat memancing. Apalagi pemancingan yang dilakukan di sekitar rumpon, kapal sering kali diikatkan pada rumpon. Bahkan, untuk rumpon yang mempunyaipelampung cukup kuat, sering kali si pemancing melakukan kegiatannya ditas pelampung/rakit rumpon.

Pancing dan umpan
Jenis pancing ulur gulung sangat cocok digunakan untuk memancing dilapisan tengah. Pancing ulur ini tidak dilengkapi dengan joran, hanya terdiri dari gulungan, tali pancing, dan mata pancing. Besarnya pancing yang digunakan tergantung pada jenis ikan yang akan dipancing. Dalam satu tali pancing bisa digunakan lebih dari satu mata pancing. Pemancingan akan berhasil bila menggunakan umpan sungguhan, baik berupa potongan ikan, ikan kecil, cumi-cumi, atau udang. Namun, kadang-kadang ada juga yang menggunakan umpan tiruan dari bulu ayam atau tali rafia.
Ngocer juga sering dilakukan pada pemancingan dilapisan tengah. Pancing yang digunakan untuk ngocer dapat dilengkapi dengan joran atau tanpa joran. Yang menjadi ciri khusus pemancingan ngocer adalah digunakannya umpan hidup. Umpan bisa berupa ikan kembung, layang, cumi-cumi, atau udang. Umpan hidup ini dapat dibeli pada nelayan yang mengoperasikan bagan atau sero di laut.

Cara memancing
Memancing di lapisan tengah, sekitar rumpon, sangat mudah. Kapal bisa ditambatkan pada rakit rumpon, kemudian pemancing dapat melakukan kegiatannya. Pemancingan bisa dilakukan dari atas kapal atau rakit rumpon. Pemancingan pancing ulur atau golong dimulai dengan memasang umpan pada mata pancing. Setelah umpan terpasang baru diturunkan ke laut sambil diulur talinya. Panjang tali pancing yang digunakan tergantung pada kedalaman ikan
yang menjadi sasaran.
Tidak semua jenis ikan pelagis senang hidup di dekat permukaan. Kadang-kadang ikan ini berada di perairan yang lebih dalam. Oleh karena itu, penentuan panjang tali pancing sangat menentukan jenis ikan yang tertangkap. Untuk ikan kembung,tongkol, cakalang, dan lemadang tali pancing tidak perlu diulur terlalu panjang. Akan tetapi, untuk ikan tuna dan marlin diperlukan tali pancing yang lebih panjang karena ikan jenis ini kadang-kadang berenang di lapisan pertengahan.
Pada teknik pemancingan ngocer kegiatan dimulai dengan pemasangan umpan hidup. Umpan hidup dikaitkan pada mata pancing, lalu dimasukan ke laut. Bersamaan dengan itu tali pancingnya diulur. Karena masih hidup, maka umpan akan berenang ke sana ke mari sehingga dapat menarik perhatian ikan pemangsa yang berada di sekitar kapal. Ngocer sebaiknya dilakukan pada perairan yang telah diketahui ada ikannya seperti di perairan karang atau di dekat rumpon. Pemancingan seperti ini juga sering dilakukan setelah menonda, apabila banyak ikan yang mengikuti jalannya kapal.
Penarikan tali pancing pada pemancingan di lapisan tengah hampir sama dengan penarikan tali pancing tonda karena jenis ikan yang tertangkap hampir sama. Demikian juga dengan penanganan ikan setelah dinaikan di atas kapal. Memancing ikan di lapisan tengah bisa dilakukan pada siang ataupun malam hari.

Saturday, June 6, 2015

Aneka Teknik Memancing di Laut




Memancing di laut dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu Memancing dari daratan (Inshore) dan Memancing di tengah laut (Offshore):

 

Memancing dari daratan (Inshore):
Ada beberapa type mancing dari daratan antara lain:
1. Surfishing (Memancing dari pantai): Biasanya dilakukan di pinggir pantai berpasir, dan piranti spinning adalah yang umum dipakai disini. Bisa juga menggunakan jenis piranti yang lainnya, bergantung pada jenis ikan yang anda inginkan. Kepiting kecil, cacing laut, udang, irisan ikan, ikan hidup dan juga umpan tiruan dapat digunakan sebagai umpan. Pada lokasi yang potensial, anda mungkin dapat memancing ikan yang cukup besar.
2. Pierfishing (Memancing dari dermaga): Memancing dari pelabuhan, dermaga kayu atau penahan 


gelombang. Kebanyakan pemancing dari dermaga melakukannya untuk rekreasi, juga dengan membawa serta keluarga mereka. Tetapi andapun boleh mencobanya, karena bukan tidak mungkin mendapatkan ikan-ikan besar seperti hiu, pari, kakap putih, dll. Piranti yang umum dipakai adalah type spinning, karena mudah di gunakan. Umpan yang dipakai sama dengan surfishing.

3. Rockfishing (Memancing dari batu karang): Dari namanya sangat jelas bahwa kegiatan memancing dilakukan dari lokasi yang berbatu karang. Saya pernah menyaksikan film tentang memancing dari batu karang, dan sebagai target pancingan adalah ikan Marlin. Marlin bukanlah merupakan target yang lazim dalam rockfishing, dan saya belum pernah menyaksikan sebelumnya dan ternyata sangat mendebarkan dan seru. Biasanya pada rock fishing bisa mendapatkan ikan yang lebih besar jika dibandingkan dengan surfishing dan pierfishing. Baik piranti maupun umpan yang digunakan masih sama seperti surfishing dan pierfishing, namun kegiatan memancing dilakukan dari pantai yang berkarang terjal dan juga agak sulit dicapai pada beberapa lokasi.

 

Mancing di tengah laut (Offshore):
Memancing dari tengah laut juga ada beberapa macam tehnik yang dapat di lakukan:

1. Bottom Fishing (Mancing dasar/jebluk): Memancing dari atas perahu yang di jangkar diatas lokasi yang dianggap potensial seperti gugusan karang, tubiran, dll. Menggunakan pemberat (umumnya terbuat dari timah) untuk menenggelamkan umpan sampai ke dasar laut. Umpan yang umum dipakai antara lain udang, ikan hidup, irisan daging ikan, cacing laut, dll. Anda dapat menggunakan type piranti yang sesuai dengan keinginan. Pada lokasi yang berpotensi ikan besar, sebaiknya menggunakan type conventional. Anda akan mempunyai tali pancing yang cukup panjang dan juga kelas kenur menengah dengan menggunakan type conventional. Sedangkan untuk ikan yang lebih kecil akan lebih mengasyikan jika menggunakan type spinning atau baitcasting.

 

2. Jerking (Mancing hentak/ngotrek): Sama halnya pada mancing dasar, perbedaanya terletak pada umpan yang dipakai. Mancing ngotrek menggunakan umpan tiruan yang diberi pemberat agar dapat tenggelam sampai ke dasar laut. Dan umpan tsb biasanya menyerupai ikan kecil, cacing, udang, dll. Melempar umpan dan lalu mengulur kenur sampai umpan sampai ke dasar laut, lalu gulung kenur sambil menggerakan joran untuk menciptakan gerakan kepada umpan agar terlihat seperti hidup. Setelah umpan sampai dipermukaan tenggelamkan umpan kembali, lalu gulung lagi. Demikian berulang-ulang sampai ada ikan yang menyambar umpan tsb. Piranti yang umum dipakai adalah jenis spinning, baitcasting dan conventional.

3. Kite Fishing (Mancing menggunakan layang-layang): Memancing dari perahu dengan menggunakan layang-layang untuk menjauhkan umpan pada jarak tertentu. Dan juga untuk menjaga umpan agar tetap berada di permukaan air, karena tehnik ini biasanya di lakukan untuk menangkap ikan-ikan permukaan (palagis). Beberapa pemancing bahkan menggunakan jerat untuk menangkap ikan. Piranti yang biasanya dipakai adalah jenis spinning, dan disamping menggunakan layang-layang dapat pula memakai balon.

 

4. Drifting (Mancing berhanyut): Dapat diartikan menghanyutkan umpan atau perahu, keduanya akan menimbulkan efek yang sama. Umpan yang paling baik digunakan adalah umpan hidup dengan menggunakan piranti jenis spinning, baitcasting atau conventional. Ada pula pemancing yang melakukan hal ini untuk menemukan gugusan karang yang dikelilingi oleh ikan-ikan pancingan. Setelah ada yang menyambar umpan, biasanya jangkar di lemparkan dilokasi tersebut.

5. Trolling (Mancing tonda): Menggunakan umpan hidup atau segar dan juga umpan tiruan adalah umum pada tehnik ini. Biasanya umpan di hela di belakang perahu yang bergerak maju pada kecepatan tertentu. Dianjurkan untuk menggunakan piranti conventional, karena ikan target biasanya ikan-ikan yang berukuran besar.

Teknik Mmancing Ikan Giant Trevally (Kuwe/GT)




Dalam bahasa latinnya ikan Giant Trevally yang disingkat GT merupakan ikan yang paling sering dipancing di perairan tropis. Di kalangan nelayan ikan ini diberi nama “ikan kue”  dan memiliki nama latin yakni caranx ignobilis. Ikan ini hampir bisa ditemukan di seluruh perairan nusantara, dan ia memiliki habitat mulai dari muara sungai, lepas pantai yang dangkal sampai pinggir perairan dalam yang kaya dengan plankton dan aneka jenis tanaman laut. Ikan ini secara umum lebih menyukai keadaan air yang keruh dan berarus.

Ikan Giant Trevally memiliki ciri-ciri fisik yakni kepala yang besar dan tumpul dan memiliki warna putih keperakan dan terkadang memiliki spot hitam di sepanjang tubuhnya.ikan ini sangat cepat pertumbuhannya secara seksual dan dapat mencapai panjang sampai 1 m maka dari itu ikan ini diberi gelar sebagai ikan raksasa atau “giant”. Sebagai ikan predator, ikan Giant Trevally merupakan ikan pemangsa yang pandai berburu ikan lain dengan cara individu ataupun kelompok dengan sirip yang kuat ikan ini dapat mengincar mangsanya dengan kecepatan tinggi. Pemancingan ikan Giant Trevally memerlukan ketrampilan khusus juga mengingat kekuatan dan daya tarikannya saat memancing yang lumayan berat.
Ikan Giant Trevally juga merupakan ikan yang termasuk dalam ikan konsumsi utama di perairan laut dalam, dan ditangkap oleh nelayan dengan jumlah yang luar biasa setiap tahunnya. Meskipun rasa dagingnya tidak terlalu populer sebagai masakan, namun penangkapan ikan Giant Trevally setiap tahunnya selalu meningkat untuk digunakan sebagai ikan konsumsi. Ikan ini menjadi salah satu ikan tangkapan yang penting bagi para nelayan.
Di alam liar ikan Giant Trevally ini memangsa makanan yang beraneka ragam, mulai dari jenis–jenis crustaceae atau udang–udangan, ikan karang lain atau cumi–cumi. Fungsi ikan ini adalah sebagai ikan pemangsa, sehingga menjadi salah satu pemangsa utama perairan karang. Ia mencari makan di sepanjang karang dan ceruk batu–batuan di dasar lautan dan tengah perairan. Ikan Giant Trevally dikenal memiliki kebiasaan makan di saat mulai senja serta di saat matahari mulai terbit dimana suhu air tidak terlalu panas.
Pemancingan untuk ikan Giant Trevally sungguh mengasyikkan mengingat besar tubuhnya yang bisa mencapai puluhan sentimeter. Ikan ini dapat dirasakan tarikannya yang sangat menyentak. Pada saat fight ia akan menjajal kekuatan peralatan pancing anda, mulai dari reel, senar dan mata pancing anda serta cara anda dalam membuat tali menali.
Pemancingan ikan Giant Trevally dapat menggunakan jenis umpan hidup seperti ikan teri atau minnows dan potongan daging cumi–cumi. Meski demikian ikan Giant Trevally bisa juga dipancing dengan cara Popping dan Jigging dengan menggunakan umpan palsu atau spoon. Pada dasarnya ikan ini sangat rakus dengan umpan yang diberikan kepadanya, karena ia termasuk pemakan segala.
Sebaiknya anda mencari spot yang bagus untuk memancing ikan Giant Trevally, yakni daerah berkarang yang banyak karena merupakan habitat dari ikan ini di alam liar. Dengan umpan yang tepat dan didukung arus air yang cukup deras biasanya ikan ini dapat dipancing dengan gampang.

Mengenal Rumpon Sarang Ikan




Rumpon atau Fish Aggregating Device (FAD) adalah salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dilaut, baik laut dangkal maupun laut dalam. Pemasangan tersebut dimaksudkan untuk menarik gerombolan ikan agar berkumpul disekitar rumpon, sehingga ikan mudah untuk ditangkap.

Rumpon dalam bahasa kelautan adalah karang buatan yang dibuat oleh manusia dengan tujuan sebagai tempat berkumpul ikan. Rumpon merupakan rumah buatan bagi ikan di dasar laut yang dibuat secara sengaja dengan menaruh berbagai jenis barang di dasar laut seperti ban, dahan dan ranting dengan pohonnya sekaligus. Barang–barang tersebut dimasukkan dengan diberikan pemberat berupa beton, batu–batuan dan penberat lainnya sehingga posisi dari rumpon tidak bergerak karena arus laut. Barang–barang yang dimasukkan kedalam laut dapat terus ditambah secara berlanjut untuk menambah massa rumpon.
Pembuatan rumpon ikan sebenarnya adalah salah satu cara untuk mengumpulkan ikan, dengan membentuk kondisi dasar laut menjadi mirip dengan kondisi karang–karang alami, rumpon membuat ikan merasa seperti mendapatkan rumah baru. Meski untuk mengetahui keberhasilanya dibutuhkan waktu yang tidak sedikit sekitar 3- 6 bulan namun usaha pembuatan rumpon ini merupakan solusi terbaik meningkatkan hasil perikanan di laut.
Jenis-jenis Rumpon
Terdapat 3 jenis rumpon, yaitu:
  1. Rumpon Perairan Dasar adalah alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dan ditempatkan pada dasar perairan laut.
  2. Rumpon Perairan Dangkal adalah alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dan ditempatkan padaperairan laut dengan kedalaman sampai dengan 200 meter.
  3. Rumpon Perairan Dalam adalah alat bantu penangkapan ikan yang dipasang dan ditempatkan pada perairan laut dengan kedalaman diatas 200 meter.




Penggunaan rumpon tradisional di Indonesia banyak ditemukan di daerah Mamuju (Sulawesi Setatan) dan Jawa Timur. Menurut Monintja (1993) rumpon banyak digunakan di Indonesia pada tahun 1980, sedangkan Negara yang sudah mengoperasikan rumpon diantaranya Jepang, Philipina, Srilanka, Papua Nugini dan Australia.
Beberapa alasan mengapa ikan sering ditemukan disekitar rumpon:
  1. Banyak ikan- ikan kecil dan plankton yang berkumpul disekitar rumpon dimana ikan dan plankton tersebut merupakan sumber makanan bagi ikan besar.
  2. Ada beberapa jenis ikan seperti tuna dan cakalang yang menjadikan rumpon sebagai tempat untuk bermain sehingga nelayan dapat dengan mudah untuk menangkapnya.
Nelayan dapat mengetahui banyak ikan di daerah rumpon dengan beberapa ciri yang khas yaitu:
  1. Banyaknya buih-buih atau gelembung udara dipermukaan air.
  2. Warna air akan terlihat lebih gelap dibandingkan dengan warna air disekitarnya karena banyak ikan yang bergerombol.
Tingkah laku ikan disekitar rumpon
Asikin (1985) mengemukakan bahwa keberadaan ikan di sekitar rumpon karena berbagai sebab, antara lain:
  1. Rumpon sebagai tempat bersembunyi di bawah bayang-bayang daun rumpon bagi beberapa jenis ikan tertentu;
  2. Rumpon sebagai tempat berpijah bagi beberapajenis ikan tertentu;
  3. Rumpon itu sebagai tempat berlindung bagi beberapa jenis ikan yang mempunyai sifat fototaksis negatif;
Samples dan Sproul (1985) mengemukakan teori tertariknya ikan yang berada di sekitar rumpon disebabkan karena:
  • Rumpon sebagai tempat berteduh (shading place) bagi beberapa jenis ikan tertentu;
  • Rumpon sebagai tempat mencari makan (feeding ground) bagi ikan-ikan tertentu;
  • Rumpon sebagai substrat untuk meletakkan telurnya bagi ikan-ikan tertentu;
  • Rumpon sebagai tempat berlindung (shelter) dan predator bagi ikan-ikan tertentu;
  • Rumpon sebagai tempat sebagaititik acuan navigasi(meeting point) bagi ikan-ikan tertentu yang beruaya.
Adanya ikan di sekitar rumpon berkaitan pula dengan pola rantai makanan dimana rumpon menciptakan suatu arena makan dan dimulai dengan tumbuhnya bakteri dan mikroalga ketika rumpon mulai dipasang. Selanjutnya mahluk renik dan hewan-hewan kecil akan menarik ikan-ikan yang berukuran lebih besar yang memangsa ikan-ikan berukuran kecil (Subani, 1972).
Berdasarkan hasil analisa isi perut dari ikan-ikan yang berada di sekitar rumpon didapatkan bahwa ikan-ikan kecil yang berkumpul di sekitar rumpon tidak memakan daun-daun rumpon tetapi memakan jenis-jenis plankton yang berada di sekitar rumpon (Djatikusumo, 1977).



Bahan dan Komponen Rumpon
Setiap rumpon terdiri dari beberapa komponen. Di Indonesia rumpon masih menggunakan bahan alami seperti daun kelapa, tali plastik yang sudah pasti kekuatannya sangat terbatas.
Komponen dan kontruksi rumpon terdiri dari:
1. Pelampung
Sebagai alat pengapung yang dibuat dari besi plat yang dibentuk seperti tabung.
2. Atraktor
Merupakan pemikat yang bertujuan untuk memikat ikan disekeliling rumpon yang terbuat dari daun nyiur atau daun kelapa.
3. Tali-temali
Guna sebagai pengikat pelampung dan pemberat bahannya terbuat dari polyethylene kemudian ditambahkan kawat baja untuk mengikat atraktor supaya cepat tenggelam dan tidak mengapung.
4. Pemberat
Merupakan bahan untuk menenggelamkan rumpon dan rumpon tidak berpindah tempat yang dibuat dari semen yang dicor.
Tim Pengkajian Rumpon IPB (1987) mengemukakan bahwa persyaratan umum komponen dan konstruksi rumpon adalah sebagai berikut:
1. Pelampung
  • Mempunyai kemampuan mengapung yang cukup baik (bagian yang mengapung diatas air 1/3 bagian)
  • Konstruksi cukup kuat
  • Tahan terhadap gelombang dan air
  • Mudah dikenali dari jarak jauh
  • Bahan pembuatnya mudah didapat;
2. Atraktor atau pemikat
  • Mempunyai daya pikat yang baik terhadap ikan
  • Tahan lama
  • Mempunyai bentuk seperti posisi potongan vertikal dengan arah ke bawah
  • Melindungi ikan-ikan kecil
  • Terbuat dan bahan yang kuat, tahan lama dan murah;
  • Tali-temali,
  • Terbuat dan bahan yang kuat dan tidak mudah busuk
  • Harganya relatif murah, mempunyai daya apung yang cukup untuk mencegah gesekan terhadap benda-benda lainnya dan terhadap arus
  • Tidak bersimpul (less knot);
4. Pemberat
  • Bahannya murah, kuat dan mudah diperoleh
  • Massa jenisnya besar, permukaannva tidak licin dan dapat mencengkeram

Jenis- jenis Ikan yang Banyak Ditemukan di Sekitar Rumpon
Tidak semua ikan ditemukan disekitar rumpon. Ikan jenis pelagis merupakan ikan dominan yang sering ditemukan didalam rumpon. Jenis-jenis Ikan yang Sering Berasosiasi dengan Rumpon, (Monintia, 1993):
  • Cakatang – Skipjack- (Katsowonus pelamis)
  • Tongkol – Frigate Tuna- (Auxis thazard )
  • Tongkol Pisang-Frigate Tuna- Euthynnus affinis
  • Tenggiri- King Mackeret- Scomberomorus sp
  • Madidihang -Yellow Fin Tuna- Thunnus albacares
  • Tembang -Frigate Sardin – Sardinella firnbriato
  • Japuh Rainbow -Sardin -Dussumeria hosselti
Konstruksi Rumpon
Di Jawa Barat konstruksi rumpon masih sederhana sekali, pada umumnya pelampungnya dari bambu dan tali temalinya dari bahan plastik atau rotan, pemberatnya dari batu gunung atau batu karang sedangkan atraktornya menggunakan daun kelapa. Rumpon jenis ini banyak dioperasikan di laut yang dangkal dengan tujuan untuk rnengumpulkan ikan pelagis yang kecil – kecil. Untuk perairan yang mempunyai kedalaman sampai ribuan meter digunakan tali.


Di negara maju seperti Jepang dan Philipina rumpon yang dipasang selalu dilengkapi alat penditeksi ikan yang dapat memonitor dari kapal penangkapannya.


Agar kepemilikkan rumpon tidak tertukar atau hilang, maka diberi tanda, misalnya dengan bendera, pelampung, cermin atau tanda lain sesuai keinginan pemiliknya. Pembuatan rumpon selain untuk diambil hasil ikannya untuk keperluan sendiri, dapat juga disewakan kepada para pemancing laut yang memang mencari kesenangan mencari ikan di lokasi yang banyak ikannya. Para pemancing yang memang membutuhkan hot spot memancing yang bagus dapat menyewa pemilik rumpon ini sebagai alternatif memancing yang cukup mudah.

Wednesday, June 3, 2015

Piranti Yang Perlu Dipersiapkan Untuk Memancing Di Tepi laut




Olahraga memancing merupakan olahraga yang menyenangkan. Dibalik kegembiraan memancing, kadang kita lupa bahaya yang mengintai. Oleh karena itu perlu persiapan sebelum memancing. Berikut ini merupakan peralatan serta perlengkapan yang diperlukan untuk persiapan mancing di laut:

  • Life Jacket: Kadang sesuatu yang tidak diinginkan terjadi pada diri pemancing seperti terjatuh ke laut akibat ombak atau gelombang yang tinggi yang datang tiba-tiba atau salah berpijak. Oleh karena itu jaket pelampung penting untuk keselamatan.
  • Fishing Vest: Fishing vast atau rompi mancing sangat penting bagi pemancing yang aktif untuk menyimpan lure atau umpan, gunting dan aksesoris lainnya.
  • Fishing Boots: Fishing boots atau alas kaki untuk mancing penting untuk kenyamanan kaki anda ketika basah oleh air dan melindungi kaki dari karang dan benda-benda tajam lainnya.
  • Pliers, Scissors, dll: Membawa gunting dan tang penjepit penting untuk membantu membuat rangkaian pancing, melepas lure dari ikan, dan lain-lain. Alat ukur juga boleh dibawa untuk mengukur ikan yang kita tangkap.
  • Polarization Sunglasses: Kaca mata polarize membantu melindungi mata dari sinar matahari dan sambaran benda-benda yang membahayakan mata seperti kail serta mengurangi pantulan sinar matahari dari permukaan air laut.
  • Landing Net: Kadang ikan besar tertangkap pada saat kita mancing, landing net atau serokan sangat membantu untuk menaikan ikan besar pada spot yang tinggi dan daerah berbahaya.

Tackle
Berbicara mengenai apa yang kita butuhkan untuk memancing, jawabannya ialah sebuah rod (joran) dan reel. Berikut ini merupakan penjelasan mengenai tackle (piranti).

  • Rod (Joran) – Terdapat banyak macam rod tergantung panjang dan kepadatan. Ketika membeli rod, hal yang perlu diperhatikan adalah ikan target apa yang akan dipancing dan fishing points.
  • Reel – Terdapat berbagai pilihan reel, ada yang ukurannya kecil, sedang dan besar. Selain itu dalam pemilihan reel, perlu diperhatikan kecocokan dengan rod yang kita miliki, budget, jumlah bearing (semakin banyak semakin baik), kapasitas benang, bahan (apakah tahan dengan air asin), dan faktor-faktor lain.
  • Line – Umumnya fishing line dikelompokan dalam 3 kategori yaitu: PE line, nylon line, dan fluorocarbon line. Kebiasaan yang berlaku, PE line digunakan sebagai main line dan fluorocarbon line sebagai shock leader. Kekuatan shock leader biasanya 3 kali lebih besar dari main line. Dengan menyambungkan line yang lebih tebal di bagian ujung, akan menyerap hentakan akibat perlawanan ikan dan mencegah tali putus akibat gigi ikan yang tajam.
  • Lure – gunakan berbagai jenis lure sesuai ikan target dan lokasi mancing. Cobalah bereksperimen dengan berbagai macam warna lure sesuai dengan kondisi atau warna air dan cuaca.

Memancing di Laut Dengan Teknik Pelampung




Cara mancing laut berpelampung lebih sederhana dibanding mancing dasaran. Teknik ini dilakukan untuk menghindari dari tersangkutnya umpan dari karang atau objek lain di dasar laut. Gunakan joran berukuran panjang lebih dari dua meter dan bahkan lebih agar bisa melempar umpan jauh ke tengah saat mancing dari pinggir laut dan di atas karang. Dan gunakan joran yang berukuran panjang cukup agar lebih leluasa melempar umpan dari tengah laut di atas kapal/perahu mancing.

Pilih ril yang menampung senar sepanjang 200 hingga 300 meter dengan senar berdiameter 4 lbs hingga 20 lbs (sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokasi) sepanjang kira-kira 1 hingga 2 meter. Berbagai macam umpan yang bisa digunakan untuk mancing berpelampung, mulai dari udang hidup/ mati, ikan hidup/mati, cumi mati/potongan penuh bahkan hingga ikan mati/potongan.

Lempar ikan ke tengah laut dan biarkan ikan mengambang terbawa arus (gunakan light stick pada saat mancing malam hari untuk mengetahui posisi pelampung). Ulur umpan berpancing secukupnya dan stel drag ril dengan ukuran sangat ringan, hal tersebut dilakukan agar pada saat ikan menyambar umpan, ikan tidak curiga.

Apabila umpan tadi disambar ikan, maka ril akan berderit kencang dan spol berputar dengan senar yang mengulur keluar. Biarkan hal tersebut hingga ikan berhenti menarik untuk menelan umpan, barulah kemudian kencangkan setelan drag ukuran sedang untuk melakukan posisi strike.
Nikmati perlawanan dan lumpuhkan ikan jangan sampai umpan dibawa lari ke karang atau objek pengganggu lainnya.

Memancing Ikan Kakap




Ikan kakap merah atau dalam bahasa inggris disebut Red Snipper adalah jenis ikan laut yang sangat populer di kalangan pemancing. Dengan besar ikannya yang bisa mencapai ukuran 2-4 kg bahkan lebih, memancing ikan kakap merah menjadi incaran para pemancing karena memiliki tantangan tersendiri. Dengan teknik memancing yang memadai disertai kesabaran dan kejelian yang tinggi, kakap merah akan sukses dibawa pulang.

Untuk bisa sukses memancing ikan kakap merah diperlukan teknik yang tepat, untuk mendapatkan hasil yang melimpah. Berikut ini beberapa faktor yang dapat menjadi panduan dalam memancing kakap:

Peralatan Pancing : Peralatan mancing yang digunakan untuk memancing kakap merah ini adalah peralatan mancing standar kelas ringan. Dengan Joran kelas 4 kg sampai 8 kg, Kenur 8 – 20 lbs, Ril spinning (4000), Mata kail 1-7 tergantung merk, Leader Fluorocarbon , sudah bisa digunakan untuk berburu kakap merah.

Tempat : Ikan kakap termasuk ikan dasar perairan laut. Ikan ini akan bertempat tinggal dan berembunyi di karang-karang dan di dasar perairan. Carilah lokasi yang banyak terdapat karang-karangnya. Kebanyakan adalah rumpon-rumpon baik alami atau buatan, serta dekat kapal-kapal yang karam. Sehingga merupakan tempat persembunyian terbaik untuk berbagai jenis ikan.

Umpan : Sebagai ikan dasar, ikan kakap merah memiliki pola hidup paling banyak di dasar laut, dengan makanan pokoknya adalah ikan kecil, udang, cumi kecil dan siput dll yang tentu saja ada di dasar laut. Umpan yang digunakan bisa berupa udang, cumi, gurisi, ikan kembung, tembang dan selar. Untuk mengecoh ikan tersebut gunakan pula umpan alami seperti makanannya seperti udang dan cumi, bahkan ada juga yang memberi makanan umpan dari ikan kecil yang lain seperti ikan kue, ikan meniran yang di potong-potong kecil. Dengan menggunakan pakan alami dalam keadaan segar kemungkinan besar ikan kakap akan dapat mudah ditangkap.

Teknik : Teknik mancing yang bisa digunakan yaitu mancing dasar/ jebluk atau teknik lain yang bisa digunakan adalah koncer yaitu mancing dengan menggunakan umpan hidup. Karakteristik ikan kakap merah yang sangat kuat akan menambah sensasi strike saat menaklukannya. Teknik memancing ikan dasar juga harus anda praktekan, gunakan senar yang cukup panjang dengan panjang minimal 30 m-100 m sesuaikan dengan kedalaman laut. Gunakan kualitas senar pancing yang baik dengan kekuatan minimal 5 lbs, sehingga jika anda mendapat ikan dengan berat yang besar anda mampu menariknya. Pasanglah mata pancing atau kail yang sesuai dengan target sasaran anda pilih yang cukup besar. Buatlah cabang dari senar utama sebanyak 3 sampai 4 mata kail dengan pemberat utama yang beratnya cukup sehingga tidak terombang-ambing arus dasar lautan. Dan beri jarak antara dasar pemberat sampai cabang pertama kail sepanjang kurang lebih 1 M sehingga tidak sampai mata kail tersangkut batu karang.

Tuesday, June 2, 2015

Memilih Umpan Untuk Trolling, Antara Umpan Segar Dan Umpan Tiruan




Dalam memilih umpan trolling, antara bait dan lure pemancing dapat saja menentukan umpan yang akan dipakai trolling, yang menurutnya bisa mendapatkan lebih banyak strike dibandingkan umpan yang lain. Namun pada kenyataannya banyak masalah lain yang akan membuat pemancing berubah pikiran, terutama saat-saat terakhir dimana keputusan harus diambil.

Masalah lain yang bisa merubah pikiran seorang pemancing dalam memutuskan pemakaian umpan trolling adalah sebagai berikut :

Kecepatan Trolling :
Umpan alami, selanjutnya kita sebut sebagai bait pada umumnya tidak bisa ditarik dalam kecepatan tinggi atau diatas kecepatan 5knot (9.26km/jam).
Dilain pihak, umpan buatan yang selanjutnya kita sebut dengan lure kebanyakan dapat ditarik dengan kecepatan diatas 5knot (9.26km/jam) bahkan data lebih cepat lagi yang akan membuat lure tetap berada dibawah permukaan air dan mencegah lure melompat lompat diatas permukaan air. Beberapa type lure, seperti Kona lure didisain untuk ditarik dengan kecepatan diatas 20knot (37.04km/jam).
Di beberapa tempat, pemancing menggunakan bait yang didapatnya dengan memancing bait itu sendiri. Hal ini akan menghabiskan waktu pemancing, tetapi tidak menghabiskan uangnya. Sebagai alternative lain mendapatkan bait adalah dengan membelinya, namun hal ini akan berakibat pada meningkatnya biaya tambahan. Karena ketersediaan bait yang bervariasi, pemancing dapat menyimpan bait dengan cara dibekukan atau diasinkan (digarami) selama ketersediaan bait berlimpah, untuk menghindari membeli bait setiap akan berangkat mancing.
Di lain pihak, lure tidak membutuhkan tempat penyimpanan yang khusus, namun lure harus dibeli dengan harga yang mahal. Lure dapat dipakai berulang kali dalam waktu yang lama, sehingga harga lure hanya dibayar satu kali saja dan akan terasa menjadi lebih murah.

Kelebihan dan kekurangan antara pemakaian bait dan lure :

Bait/ Umpan Alami :
  • Tidak bisa ditarik melebihi 5knot (9.26km/jam)
  • Butuh tempat penyimpanan khusus
  • Harus diawetkan agar bisa dipakai lama
  • Harus memancing untuk mendapatkan bait atau membelinya setiap memancing
  • Tidak hemat waktu
  • Ketersediaan bait yang bervariasi
Lure/ Umpan buatan :
  • Mahal untuk pertamanya
  • Hemat, karena bisa dipakai berulangkali dalam waktu yang lama
  • Selalu tersedia dipasaran
  • Bisa ditarik dengan kecepatan tinggi
Efektifitas Terhadap Ikan Target
Hampir semua pemancing menyetujui anggapan bahwa dengan memakai bait akan lebih efektif dibandingkan dengan memakai artificial lure. Hal ini khususnya pada hari dimana ikan sangat sulit untuk makan. Pada suatu daerah dimana pemancing sangat banyak dan sering beraktifitas, ikan bisaanya akan belajar dengan cepat dan tidak bisa lagi dibohongi dengan pemakaian lure, selain itu ikan yang besar biasanya akan lebih berhati-hati untuk menggigit umpan dibandingkan ikan yang lebih kecil yang biasanya bersifat lebih rakus.
Hari dimana ikan berlimpah dan makan dengan mudah, pemakaian lure akan terasa lebih efektif dibandingkan dengan memakai bait. Hal ini khususnya bila trolling di atas rombongan ikan yang sedang aktif mencari makan, yang akan memakan apapun yang berada didekatnya. Dalam kasus seperti ini pemakaian artificial lure akan menjadi sangat efektif karena bisa langsung dikembalikan kedalam air setelah melepas ikan dari kailnya. Karena keaktifan rombongan ikan mencari makan hanya berlangsung beberapa menit saja, maka pancing harus segera dikembalikan ke air secepatnya.

Monday, June 1, 2015

Pengaruh Penambahan Mata Pada Umpan Tiruan Terhadap Efektifitas Memancing Ikan




Untuk membuat artificial lure yang dapat diandalkan untuk menangkap ikan, kita harus mengerti dulu mengenai apa yang disebut dengan pemicu respon atau pemicu reaksi. Pemicu respon adalah salah satu karakteristik lure yang membuat ikan predator merasa terpaksa untuk menyerang lure. Banyak opini yang beredar diantara para pembuat lure mengenai  bagian mana dari sebuah lure yang sebenarnya menjadi pemicu respon yang benar benar akurat. Kesimpulan umum dari fakta fakta yang ada, ternyata bahwa bagian matalah yang merupakan  satu dari sekian pemicu respon yang paling efektif.
Penelitian menyatakan bahwa secara virtual semua predator dan mangsa berkomunikasi melalui kontak mata (seperti melakukan dan menghindari kontak mata). Predator dan ikan mangsa berusaha menterjemahkan  dan memahami satu sama lain dengan memantau reaksi dari mata masing masing. Sebagai contoh, pupil mata ikan predator  secara khas akan menjadi kecil sekali disaat sedang menyerang mangsa, sementara ikan mangsa akan pupil matanya akan membesar disaat sedang diserang atau ketika ketakutan.
Sebagai tambahan, hubungan antara posisi pupil mata  dengan poros badan ikan (kemana ikan menghadap) dapat membantu predator untuk mengantisipasi kearah mana ikan mangsa akan lari. Ketika pupil mata mangsa membesar, itulah tanda bahwa ikan mangsa sudah ketakutan dan siap berlari dan predator akan  menyerang dengan sudut yang menghalangi arah lari ikan mangsa. Ketika membuat mata pada artificial lure, buatlah bentuk pupil mata menghadap/ menatap kearah  tali pancing, sehingga ikan predator dapat mengantisipasi  untuk mencegat lure dari arah depan dan akhirnya membuat kontak dengan mata kail.
Mata Artificial Lure
  • Pupil mata harus besar dibanding dengan besar keseluruhan mata.
  • Jika membuat mata hanya dengan satu warna, maka buatlah warna  mata lebih gelap daripada badan lure.
  • Pupil mata harus selalu dibentuk menatap pada tali pancing.
  • Garis mata harus lebih kontras disbanding keseluruhan warna lure.
Menggambar mata pada artificial lure

 
 Tehnik menambahkan gambar mata pada lure sangat banyak, contoh dengan menempelkan sticker, mengecat, mencetaknya, menempelkan paku paying. Tehnik yang paling mudah dan baik adalah dengan menggunakan tehnik tetesan paku, yaitu meneteskan cat melalui sebuah paku (kepalanya)  ke permukaan lure yang akan diberi mata dan membiarkannya menjadi berbentuk sebuah lingkaran. Selama proses ini kita harus berhati hati agar kepala paku tidak benar benar menyentuh permukaan lure, satu satunya yang boleh menyentuh lure hanyal tetesan cat. Gunakan paku yang berbeda ukuran untuk menadapatkan kreasi mata dengan diameter yang berbeda.

Kapal Untuk Mancing Trolling




Kapal yang didesain untuk memancing ikan dengan tonda (trolling) biasanya berbentuk agak ramping. Dengan bentuk seperti ini gerakan kapal menjadi lebih lincah. Selain itu, kapal juga di lengkapi dengan mesin-mesin kecepatan tinggi, bahkan kadang-kadang ada yang menggunakan mesin ganda. Keberhasilan memancing dengan tonda memang sangat dipengaruhi oleh laju kapal yang di gunakan. Untuk keberhasilan menonda sebaiknya menggunakan kapal dengan kecepatan antara 10-12 knot.

Bagian belakang kapal (burutan) sebaiknya dibuat agak lebar agar pemancing lebih leluasa dan lebih mudah menaikan ikan ke atas kapal. Jika pemancing menggunakan lebih dari satu unit pancing, biasanya kapal di beri tambahan babarapa palang yang terbuat dari kayu atau fiberglas. Palang-palang ini dinamakan out rigger dan dipasang pada bagian kiri dan kanan lambung kapal yang menjorok keluar atau pada bagian belakang kapal. Pada ujung kapal diberi cincin penyalur sebagai tempat pemasukan tali pencing yang berasal dari joran. Dengan adanya palang ini, kita dapat menggunakan beberapa unit pancing tonda dalam satu kapal tanpa khawatir terjadinya tali kusut atau penyangkutan satu sama lain.

Dengan menggunakan pancing tonda, ikan yang tertangkap umumnya berukuran besar seperti ikan tuna, tenggiri, lemadang, layaran atau marlin. Karena besar dan kuatnya ikan yang tertangkap, ada kemungkinan pemancing terbawa oleh gerakan ikan dan bisa terjebur ke laut. Oleh karena itu, demi keselamatan pemancing, ada tipe kapal untuk pancing tonda yang dilengkapi dengan tempat duduk pengaman. Tempat duduk ini bisa dipasang secara permanen di atas kapal dan di lengkapi dengan sabuk pengaman.

Sunday, May 31, 2015

Teknik Cara Menghajar dan Menaklukan Ikan dari Atas Kapal




Untuk pancing yang menggunakan gulungan, termakannya umpan oleh ikan ditandai oleh bunyi uluran tali yang menyerupai bel, sedangkan untuk pancing yang dipegang terasa ada sentakan dari dalam air. Kejadian ini adalah saat yang ditunggu-tunggu oleh setiap pemancing. Dengan adanya tarikan ini, pemancing secara spontan berteriak pada Nakhoda untuk menaikan kecepatan kapal. Hal ini dilakukan agar ikan yang memakan umpan cepat tersangkut pada mata pancing. Jika kecepatan kapal tidak dinaikan, ada kemungkinan ikan melepaskan kembali umpan yang telah masuk ke mulutnya. Bila Nakhoda yakin bahwa ikan telah tersangkut pada mata pancing, kecepatan kapal segera diturunkan sampai lebih pelan dari kecepatan normal menonda. Dalam keadaan seperti ini tetap diperlukan keahlian Nakhoda, jika Nakhoda tidak pintar dalam mengendalikan kapal, ada kemungkinan ikan terlepas kembali.

Setelah kapal berjalan pelan atau berhenti, penarikan tali pancing bisa dimulai, ini dinamakan fighting time. Pemancing profesional biasanya menggunakan sabuk yang telah dilengkapi dengan tempat joran untuk menarik tali pancing. Joran diambil dari rod holder, kemudian dipegang oleh pemancing dengan cara meletakan bagian bawah joran pada sabuk yang telah dilengkapi dengan lubang tempat joran. Tali pancing kemudian digulung perlahan-lahan dengan memutar alat putar yang terdapat pada gulungan.

Irama menggulung tali harus disesuaikan dengan gerakan ikan. Apabila ikan kelihatan melawan, tali harus dihentikan. Sebaliknya bila ikan kelihatan kelelahan, tali harus segera digulung. Demikian seterusnya hingga ikan mendekati kapal. Teknik menggulung tali ditentukan oleh keahlian si pemancing dan dibutuhkan kesabaran yang luar biasa. Apabila si pemancing ceroboh dan tidak sabar ada kemungkinan ikan lepas atau tali putus.

Bagi pemancing yang benar-benar lihai dalam hal tarik ulur dengan ikan, mungkin dalam waktu yang singkat ikan sudah dapat dinaikan ke kapal. Bahkan, mereka juga bisa menangkap ikan yang berukuran besar dengan menggunakan tali yang berukuran relatif lebih kecil. Kelihaian ini pada lomba memancing bisa memperoleh nilai tambah pada kriteria penilaian.

Yang perlu diperhatikan pada saat melakukan penarikan ikan, baik dengan joran atau tanpa joran, adalah kapal harus dalam posisi tidak berjalan. Bila kapal bergerak maju, maka akan terjadi tarik menarik antara si pemancing dengan ikan. Akibatnya tarikan menjadi berat yang kadang-kadang bisa membuat tali putus. Bagi pemancing yang tidak menggunakan joran, penarikan harus dilakukan dengan hati-hati. Apabila ikan yang terkait cukup besar jangan dipaksakan untuk menariknya saat ikan masih melawan. Tunggu dulu sampai ikan benar-benar lemas. Jika dipaksakan menarik tali, jari tangan bisa terluka akibat gesekan senar. Oleh karena itu, jika tidak menggunakan joran, pemancingan disarankan memakai sarung tangan.

Ikan yang sudah kelihatan lemas akibat tarik ulur dengan pemancing, perlahan-lahan akan mendekat ke kapal mengikuti tarikan tali pancing. Meskipun demikian, kadang-kadang ada ikan yang masih memiliki tenaga kuat walaupun sudah mendekati kapal. Ikan marlin dan layaran, misalnya, biasanya masih melawan meskipun sudah berada beberapa meter di belakang kapal. Oleh karena itu, sering kita jumpai pemandangan yang mengasyikan di mana seekor ikan marlin atau layaran melompat keatas permukaan laut (jumping) pada saat di tarik mendekati kapal.

Ikan yang sudah dekat dengan kapal harus ditarik dan diarahkan pada posisi sebelah kiri atau kanan kapal. Maksudnya untuk memudahkan menaikan ikan ke atas dek kapal. Dengan bantuan ganco yang cukup tajam, ikan dikaitkan pada mata ganco, bisa pada tubuhnya atau punggungnya. Untuk ikan yang berukuran besar, lebih baik menggunakan dua ganco.

Bila posisi ganco sudah benar-benar kuat, secara perlahan-lahan ikan dapat dinaikan ke atas kapal. Ganco ini tidak di perlukan bila yang tertangkap ikan kecil. Serok yang terbuat dari jaring dan bertangkai sudah bisa digunakan untuk mengangkat ikan kecil.