-----------------------

Saturday, May 23, 2015

Mengenal Karakter Ikan Target Sebelum Memancing




Ikan dapat ditemukan di hampir semua “genangan” air yang bervolume besar, baik air tawar, air payau maupun air asin/ laut pada kedalaman bervariasi dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan air. Untuk kita ketahui bersama, ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Bahkan masih banyak lagi jenis-jenis ikan yang belum diketahui dan masih menjadi misteri dalam ilmu pengetahuan. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan.

Secara garis besar ikan dibagi menjadi tiga, yaitu:

1) Ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag)
2) Ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari)
3) Ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes)

Ikan memiliki bermacam ukuran, mulai dari Paus Hiu yang berukuran 14 meter (45 ft) hingga Stout Infantfish yang hanya berukuran 7 mm (kira-kira 1/4 inci). Dan ada beberapa hewan air yang sering dianggap sebagai “ikan”, seperti ikan paus, ikan cumi dan ikan duyung, yang sebenarnya tidak tergolong kedalam spesies ikan.

Secara keseluruhan karakteristik ikan dibagi menjadi 3, yaitu:

1) Jenis Ikan yang biasanya di dasar air
Jenis ikan ini selalu berada di dasar air, baik itu dasar kolam, rawa, sungai dan laut. Biasanya ikan seperti ini dapat kita lihat langsung perbedaannya pada fisik ikan. Kebanyakan ikan ini tidak mempunyai sisik, dan pada bagian bawah badan ikan ini bentuknya sedikit mendatar/ melebar apabila dibandingkan bagian atas badannya.
Sebagai contoh adalah ikan Baung, Ikan Patin, ikan betutu, ikan keting dan ikan pari. Namun hal itu pun bukan patokan, karena tidak semua jenis ikan ini mempunyai bagian bawah yang lebih lebar dibandingkan bagian atas badannya. Contohnya ikan kakap yang biasanya berada di terumbu karang dan ikan belida yang hidup di air tawar.
Untuk mengetahui lokasi hotspot ikan-ikan ini, kita harus memperhatikan lingkungan di sekitar kita terlebih dahulu. Bagaimana struktur geografis sungai atau laut tempat kita akan memancing. Bagaimana ketinggian air, kedalaman air, dan lokasi yang sesuai untuk mencapai titik hotspot.

2) Jenis ikan yang biasa di permukaan air
Jenis ikan seperti ini sering kita lihat di permukaan-permukaan air, baik itu di kolam, rawa, sungai, maupun laut. Untuk jenis ikan ini tidak ada ciri-ciri tertentunya karena hampir semua ikan yang kita kenal mempunyai bentuk fisik yang sama dengan jenis ikan ini.
Untuk ikan air tawar, jenis ikan ini biasanya mempunyai sisik di badan. Contoh yang paling sering kita lihat dalam kehidupan sehari-hari adalah ikan Gabus, Ikan Toman dan Ikan Gurami.
Kebanyakan ikan-ikan permukaan ini sering terlihat di daerah-daerah teduh yang terlindungi oleh semak dan belukar di pinggir sungai, ranting atau batang kayu yang tumbang, dan tumbuhan-tumbuhan yang hidup dipermukaan air.
Untuk ikan laut ukurannya relatif lebih kecil dan biasanya selalu bergerombolan dan dalam jumlah yang besar. Ikan-ikan ini selalu menjadi santapan oleh ikan-ikan predator lainnya dan oleh burung-burung laut.

3) Jenis ikan yang bisa di semua massa air
Ikan jenis ini, sulit untuk di prediksi apakah termasuk ke dalam jenis ikan dasar atau jenis ikan permukaan air. Hal ini dikarenakan ikan ini selalu berpindah-pindah dan mampu bertahan lama di dasar maupun permukaan air.
Kebanyakan ikan ini memiliki sisik di badan, sama halnya dengan jenis ikan permukaan. Sebagai contoh adalah ikan Nila, Ikan Mujair dan Ikan Betik.
Apabila kita memancing di alam bebas (di sungai atau di laut) kita harus berusaha untuk dapat menyatu dengan alam. Hal ini dimaksudkan agar kita lebih jeli dalam melihat titik-titik hotspot yang akan kita jadikan sebagai lahan memancing.
Namun semuanya juga kita lakukan tanpa mengesampingkan faktor keselamatan. Ingat! Memancing hanyalah hobi, jadi kita harus selalu mengutamakan faktor keselamatan di atas segalanya ketika kita sedang memancing.

Friday, May 22, 2015

Jenis-jenis Dan Spot Mancing Ikan Baronang




Jenis ikan yang tergolong pemakan tumbuh-tumbuhan (rumput laut), dikenal dengan nama Rabbit Fish. Istilah Rabbit Fish ini memang tepat sebagai julukan untuk ikan jenis ini karena cara memakan rumputnya juga rapi seperti dipangkas mesin rumput kecil. Di Indonesia Rabbit Fish ini dikenal dengan nama Ikan Baronang, dan di beberapa daerah ada yang menamakan ikan Lingkis (Biawas), Semadar, dll.

Umumnya para pemancing hanya mengenal 3 jenis ikan baronang yaitu baronang susu, baronang tompel dan baronang angin. Padahal masih ada beberapa jenis baronang lagi, seperti: baronang lada, baronang batik, baronang kalung, baronang kunyit, dll. Namun, lantaran populasinya sudah langka, jenis-jenis ini jarang terpancing dan kurang diketahui keberadaannya.

Jenis-Jenis Ikan Baronang
Ada beberapa jenis ikan baronang yang ada di Indonesia, diantaranya :
1. Siganus Guttatus or Orange Spotted Spinefoot ( Baronang Tompel)
2. Siganus Javus or Streaked Spinefoot (Baronang Angin)
3. Siganus Canaliculatus or White Spotted Spinefoot (Baronang Susu/Lingkis)
4. Siganus Virgatus or Barehead Spinefoot (Baronang Kea-Kea/Kalung)
5. Siganus Stellatus or Brown Spotted Spinefoot (Baronang Lada)
6. Siganus Vermiculatus or Vermiculated Spinefoot (Baronang Batik)

Peringkat populasi tertinggi agaknya ditempati oleh baronang susu. Baronang yang posturnya agak memanjang ini sebenarnya juga terdiri dari beberapa jenis yang kesemuanya dinamakan baronang susu. Posisi kedua ditempati baronang tompel, ikan yang postur tubuhnya lebih lebar ini termasuk favorit karena tenaganya yang alot dan pantang putus asa melakukan perlawanan saat terpancing. Panjang ikan ini dapat mencapai 45 cm dan lebarnya sekitar 10 jari orang dewasa, walaupun yang sering terpancing hanya seukuran lebar 8 jari. Baronang tompel mudah diperoleh di perairan pantai Jakarta dan Kepulauan Seribu, seperti di Pulau Damar, Pulau Ayer, Pulau Putri, dll.
Cara makan ikan yang mudah dikenali karena tubuhnya yang totol-totol dan ada tompel di punggung belakang dekat ekor ini umumnya menimbulkan kenangan yang membekas lama dibenak para pemancing, dan memaksa niat untuk mengulangi lagi dengan menyiapkan trik-trik terbaru agar tepat mengenai sasaran. Sekedar catatan, beberapa ekor dari sekian baronang tompel yang terpancing ternyata pernah terselip yang berdaging kenyal, inilah yang disebut baronang karet, tetapi masih sulit mengenali jenis baronang ini.
  • Baronang angin atau biasa disebut baronang karang menempati jenis urutan terbanyak terpancing ketiga. Ikan ini lebih banyak menghuni terumbu karang di tengah laut daripada perairan di sekitar dermaga pulau. Kurang jelas ikhwalnya mengapa baronang yang cara makannya cepat dan temponya singkat serta kurang doyan nasi lumat ini dipanggil baronang angin. Tak jelas apakah karena motif tubuhnya yang garis putus-putus seperti lukisan angin, atau cara makannya yang angin-anginan, tidak serius dan tidak mencecar seperti baronang jenis lainnya.
  • Baronang lada sosoknya sangat sangar karena sekujur tubuhnya dipenuhi totol hitam sebesar lada. Postur tubuhnya mirip baronang tompel, dan tenaganya pun dahsyat. Mancing baronang lada potensial menjadi sasaran bila memancing di sepanjang garis pantai pulau pulau Gede Merak. Namun dianjurkan untuk memprioritaskan lokasi batu cadas dan sekitar Waru Doyong, karena di lokasi ini baronangnya merajalela.
  • Baronang Batik atau baronang tulis sosok tubuhnya juga sama dengan baronang tompel, ia juga sering disebut baronang cina, karena motif tubuhnya mirip aksara cina selain mirip motif batik.
  • Baronang kalung berwarna kuning di punggungnya dan mempunya garis hitam dibagian kepalanya.
  • Baronang kunyit kulitnya berwarna kuning berbintik bintikbiru dan sebagian mempunyai kalung, baronang kunyit ini dagingnya kenyal seperti karet juga.
Cadas pelabuhan juga salah satu lokasi mancing baronang tompel yang potensial, tentu saja komunitas penghuni ini sering berubah. Patut diingat juga bahwa berdasarkan pengalaman, bila suhu air laut dingin dan bening hingga terlihat dasar lautnya, maka saat itu hampir semua jenis baronang enggan menyantap umpan, sekalipun umpan diletakkan di depan mulut ikan tersebut. Kondisi dingin seperti ini biasanya terjadi saat musim hujan dan angin.
Saat paling baik memancing ikan baronang adalah saat musim kemarau, yaitu bulan Mei hingga Agustus, namun ini pun masih relatif. Kadang di musim hujan juga terjadi suatu saat dimana kondisi air laut tiba-tiba gelap menghijau, hingga dasarnya tidak tampak lagi.
Aneh memang, saat kondisi air laut seperti ini ikan sangat galak dan sangar menyantap umpan, baik berupa lumut laut ataupun nasi lumat. Ada beberapa pemancing yang mengerti kondisi ini, dan lebih memilih memancing di aliran air laut yang telah dipakai di PLTU Suralaya, yaitu air yang digunakan sebagai pendingin turbin uap. Air yang keluar dan dialirkan kembali ke laut ini suhunya hangat, dan memang ternyata banyak jenis-jenis ikan baronang yang berkumpul disini, rupanya bukan hanya manusia saja yang mencari kehangatan, ikanpun tahu itu.

Spot Mancing Baronang
Untuk mendapatkan hasil maksimal dalam mancing ikan ini ada waktu-waktu mancing tertentu,  biasanya ikan ini banyak terdapat pada bulan Agustus, September, Oktober, Nopember dan Desember. Arus yang besar membuat ikan ini “ngumpet” di dermaga dekat tiang beton karena dianggap aman dari arus. Pantai sedalam tiga meter atau lebih dan dipenuhi karang serta lumut, merupakan habitat Ikan Baronang. Maklum, Baronang merupakan pemakan lumut dan anak udang atau rebon.
Ada beberapa tempat yang disukai oleh ikan baronang diantaranya :
  • Dermaga, biasanya ikan baronang senang bersembunyi dibalik tiang-tiang dermaga.
  • Rumpon Kerang Hijau, karena baronang memang sangat menyukai kerang.
  • Sekitar karang/Batrean/Pemecah ombak (terutama yang banyak lumut) dan yang terakhir adalah Kapal Karam.
Di Anyer lokasi mancing baronang bertebaran di sepanjang pesisirnya. Batu Kotak, Kalimaya, Kapal Miring, Triplek Sanghyang bukanlah nama-nama asing bagi pemancing baronang yang sering berkeliaran di sana. Begitu pula di pesisir Merak hingga Pulorida. Meskipun jarang terjadi peristiwa menimba ikan, tetapi baronang tompelnya berukuran maksimal dan sangat mengesankan, selingannya juga kadang-kadang terpancing ikan botana yang berukuran lebih besar dari ikan baronang dan sering memutuskan kenur 8 lb, karena kekuatan tarikannya itu. Peristiwa inilah rupanya yang sering membuat para pemancing baronang keranjingan untuk mengulanginya tetapi tanpa memperhatikan kondisi-konidisi yang tepat, biasanya untuk mancing berikutnya malah tidak mendapatkan ikan seekor pun.
Di sekitar TPI Pelabuhan Ratu banyak bebatuan sebesar perut kerbau dan di sanalah sarang berbagai jenis baronang. Hampir di setiap pelosok Pelabuhan Ratu sangat potensial menghasilkan baronang. Berdampingan dengan TPI ada sudut yang dijadikan lokasi perahu jukung, di sini banyak baronang tompel ukuran 4 s/d 5 jari. Di sebelahnya lagi ada dermaga beton yang banyak dihuni baronang susu dan botana.
Betapa beruntungnya pemancing baronang di Jakarta karena begitu banyak lokasi yang tersebar di berbagai pulau di kawasan Kepulauan Seribu. Hanya perlu diperhatikan untuk kondisi arus laut, bila arus kuat dan angin kencang, sangat sulit untuk mendeteksi getaran saat umpan dimakan ikan. Biasanya untuk mengatasi hal ini, pemancing memberikan pemberat yang diikatkan di bawah mata pancing garong, sehingga senar masih agak tegak dan lebih mudah dideteksi.
Nah, sekarang anda ingin memprioritaskan mancing ikan baronang jenis apa? Jika ingin memancing baronang tompel ukuran super, cobalah di Pulau Lancang pada malam hari, dan pada musim kemarau. Karena jika siang hari hanya jenis baronang susu yang menyerbu di sana dan ukurannya sekitar 4 jari. Beberapa pulau memang menyimpan jenis baronang super ini, tetapi yang agak konstan keberadaannya hanyalah di Pulau Lancang, Pulau Kelapa dan Pulau Tidung.

Teknik Memancing Cumi & Umpan Yang digunakan

Mancing cumi memang memiliki sensasi tersendiri, mancing cumi juga banyak digemari karena perlawanannya yang berbeda dengan mancing ikan biasanya. Memancing cumi bisa menggunakan teknik yang beragam, itu sebabnya umpan yang digunakan juga beragam. Cumi-cumi termasuk dalam kelas Cephalopada dan masuk dalam ordo Teuthida. Cephalopoda dalam bahasa Yunani berarti “kaki kepala”, hal ini karena kakinya yang terpisah menjadi sejumlah tangan yang melingkari kepala. Cumi-cumi juga memiliki mata yang sangat tajam, maka dari itu penggunaan umpan yang berwarna cerah adalah salah satu cara terbaik untuk menarik perhatian cumi-cumi ini.

Ada berbagai macam umpan yang digunakan untuk mancing cumi-cumi. Berikut ini beberapa jenis umpan mancing cumi dan fungsinya:

1. CAPELLA / SQUID JIG / UDANG-UDANGAN



• Teknik Mancing :
Umpan ini biasa lebih populer digunakan dengan cara/teknik casting, ukuran untuk casting mulai dari size 1” – 3.5” dan jika lebih besar 4” ke atas lebih efektif digunakan untuk trolling malam hari pada saat terang bulan.
Ukuran
Ukuran capela atau squid jig untuk mancing cumi terdiri dari beberapa ukuran, dan memiliki fungsi yang berbeda-beda tentunya. Untuk capela ukuran kecil pastinya juga ditujukan untuk cumi yang kecil, dan begitupun sebaliknya.
  • Ukuran 1 inchi : untuk cumi bayi
  • Ukuran 1,5 – 2 inchi : untuk cumi bayi-abg, sekitar ukuran 4 jari dewasa
  • Ukuran 2,5 inchi : untuk cumi ukuran sedang, namun terkadang cumi agak besar/monstero suka walau terkadang lepas
  • Ukuran 3 inchi : untuk cumi yang ukuran besar sekitar berat 500 gram – 2 kg
  • Ukuran 4 inchi ke atas : nah, ini jelas untuk cumi yang sangat besar, dan cara mancing cumi pun dengan teknik Trolling
• Type Umpan :
1. Capela tipe FLOATING : Khusus untuk mencari cumi yang selalu berada di permukaan air atau untuk kawasan air sangat dangkal, dengan tujuan agar capela tidak menyangkut di karang. Cumi daerah ini rata-rata berukuran kecil sampai sedang. Ciri-ciri umpan floating adalah tidak memakai pemberat dan terkadang sih emang ada, namun kecil dan tipis. Untuk air dangkal (Semi floating – dengan cirinya timah kecil), efektif digunakan untuk perairan dangkal 1 – 2 meter.
2. Capela tipe SHALLOW : Berguna untuk mencari cumi yang selalu bermain di pertengahan air atau untuk kawasan air sedang (tidak sampai 3 meter), ukuran cumi di air ini kebanyakan masih hampir sama dengan air dangkal tapi lebih banyak dihuni cumi berukuran sedang. Sehingga capela ini ditempelin sebuah timah berukuran sedang. Air sedang (Sallow – dengan cirinya timah sedang) efektif digunakan untuk perairan sedang 3 – 4 meter
3. Capela tipe DEEP : Tipe ini dapat menjangkau area yang luas mulai dari permukaan, pertengahan dan dalam. Karena pada saat retrieve tipe ini akan selalu berada di kedalaman setelah mendekat beberapa meter ke anda, barulah dengan perlahan capela tersebut main di pertengahan dan kembali ke permukaan. Air dalam (Deep – cirinya timah besar) efektif digunakan untuk perairan dalam di atas 4 meter dan berarus agak kencang.
• Target Cumi :
Cumi karang/calamari/juhi/bigfin, sotong, cumi jarum dan terkadang gurita
• Warna :
Warna yang menjadi favorit adalah adalah yang cerah atau dominan orange, pink, blue, green dan kombinasi dari warna tersebut.
• Bahan Body :
1. Plastik
2. Fiber
3. Kayu
• Tips :
  1. Pada saat pertama kali casting gunakan dahulu mulai dari ukuran yang kecil, tujuannya adalah untuk mengetahui ukuran cumi yang ada di spot tersebut. Jika sudah diketahui ukuran cuminya maka sesuai umpan/capella dengan cumi tersebut, karena biasanya cumi kecil sangat jarang (takut) untuk memakan umpan yang lebih besar dari ukuran cumi sendiri.
  2. Jika saat pertama kali casting tidak mendapat sambutan, usahakan ganti umpan/capella dengan warna lainnya dan jika strike gunakan capela tersebut seterusnya dan jika strike berkurang ganti kembali dengan warna lainnya.
  3. Jika pada saat casting kondisi arus kencang gunakanlah capella yang bertimah berat atau capella untuk air dalam agar capela tidak melayang dan dapat menjangkau dasar air.
  4. Jika casting atau trolling malam lebih efektif gunakan capella GID (glow in the dark).
2. SQUID METAL JIG


• Teknik Mancing :
Umpan ini biasa lebih popular digunakan dengan cara jigging tetapi tekniknya dengan cara seperti main yoyo atau ngotrek (naik-turun). Biasanya umpan ini akan menyala di dalam air GID.
• Type Umpan :
a. Type umpan ini sifat tenggelam/singking digunakan pada perairan dalam di atas 5 m, dengan ukuran cukup variatif mulai dari 2”- 8”
• Target Cumi :
Cumi jarum (arrau squid), Humble Squid, sotong/balakutak, gurita dan terkadang juga bigfin/cumi karang.
• Warna :
Warna yang menjadi favorit adalah adalah yang cerah atau dominan orange, pink, blue, green dan kombinasi dari warna tersebut.
• Bahan Body :
1. Timah
2. Plastik GID & timah
• Tips :
  1. Untuk pertama kali turunkan umpan hingga menyentuh dasar air dan main (kedut-kedut seperti main yoyo atau ngotrek. Jika tidak ada sambutan naikkan umpan pada pertengahan air sampai 2 meter di bawah permukaaan air. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana di dalam cumi berada.
  2. Jika tidak mendapat sambutan, usahakan ganti umpan dengan warna dan ukuran squid metal jig lainnya dan jika strike gunakan umpan tersebut seterusnya dan jika strike berkurang ganti kembali dengan warna & ukuran lainnya.
  3. Untuk menggunakan uman ini tambah wire/neklin karena dikhawatirkan barrakuda yang akan memakan umpan tersebut.
3. STEM /LEAD SQUID JIG


• Teknik Mancing :
Jenis ini biasa digunakan dengan cara tekniknya seperti main yoyo atau ngotrek (naik-turun) namun menggunakan umpan tambahan yaitu ikan dan harus memasukan ikan sungguhan dengan cara batang kawat tersebut dimasukan/ditusuk ke dalam badan ikan. Rangkain seperti membuat rigging dasaran ada kumis dengan timah di bawah.
• Type Umpan :
a. Type umpan ini sifatnya tenggelam/singking digunakan pada perairan dalam di atas 5 m, dengan ukuran cukup variatif mulai dari 2” – 6”
• Target Cumi :
Utamanya Cumi jarum (arrou squid), sotong/balakutak, gurita dan terkadang juga bigfin/cumi karang
• Bahan Body :
1. Batang kawat/besi dan hook/ruit
• Tips :
  • Untuk pertama kali turunkan umpan hingga menyentuh dasar air dan main (kedut-kedut seperti main yoyo atau ngotrek). Jika tidak ada sambutan naikkan umpan pada pertengahan air sampai 2 meter di bawah permukaaan air. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana di dalam cumi berada.
  • Untuk menggunakan uman ini tambah wire/neklin karena dikhawatirkan barakuda yang akan memakan umpan tersebut.
4. APPOLO/FLOATING SQUID JIG


• Teknik Mancing :
Jenis ini biasa digunakan dengan cara tekniknya seperti main yoyo atau ngotrek (naik-turun) dengan merangkai beberapa umpan sekaligus seperti membuat rangkaian mancing dasaran.
• Type Umpan :
a. Type umpan ini sifat tenggelam/singking karena menggunakan timah di bawah digunakan pada perairan dalam di atas 5 m, dengan ukuran cukup variatif mulai dari 2” – 6”
• Target Cumi :
Utamanya Cumi jarum (arrou squid), sotong/balakutak, gurita dan terkadang juga bigfin/cumi karang
• Bahan Body :
1. Plastik & Plastic GID
• Tips :
  • Untuk pertama kali turunkan umpan hingga menyentuh dasar air dan main (kedut-kedut seperti main yoyo atau ngotrek). Jika tidak ada sambutan naikkan umpan pada pertengahan air sampai 2 meter di bawah permukaaan air. Tujuannya adalah untuk mengetahui sejauh mana di dalam cumi berada.
  • Untuk menggunakan uman ini tambah wire/neklin karena dikhawatirkan barakuda yang akan memakan umpan tersebut.

Memilih Jenis Joran Berdasarkan Teknik Memancing

Memancing memang hobi yang menyenangkan dan sangat diminati untuk saat ini. Salah satu piranti yang digunakan dalam kegiatan memancing adalah Joran. Joran yang digunakan dalam memancing terdiri dari berbagai jenis sesuai dengan teknik yang akan digunakan dalam memancing. Beberapa jenis joran yang umum digunakan dalam memancing di antaranya adalah:

1. Surf Casting Rod

Joran untuk memancing dari pinggiran karang atau pantai, joran ini panjangnya bisa mencapai 5 meter, mempunyai dudukan reel yang kuat dan grip yang besar untuk dipegang oleh kedua tangan waktu melempat umpan. Biasanya blank-nya bertipe teleskopik. Ada teknik-teknik moderen dalam melempar umpan dengan joran ini hingga bisa mencapai jarak ratusan meter, contohnya Pendulum Cast. Joran jenis ini seperti joran antena biasa. Keunggulannya joran ini adalah panjangnya yang hampir 5 meter atau lebih. Joran ini biasa digunakan untuk memancing dipinggiran karang ataupun memancing pasiran.

2. Ice Fishing Rod

Joran ini biasa digunakan untuk memancing di es. Joran untuk memancing di danau, kolam, atau sungai yang beku dengan cara membuat lubang di es. Karena untuk memudahkan dalam memancing di es, joran ini relatif pendek, hanya sekitar 80-100cm saja dan menggunakan spinning reel.

3. Fly Fishing Rod

Joran ini dirancang sedemikian rupa hingga dapat melempar umpan khusus berbentuk Flies yang relatif ringan dalam jarak yang jauh. Blank panjang dan kecil diameternya dengan kelenturan yang tinggi, reel seat dirancang khusus untuk fly fishing reel. Rod ini biasanya mempunyai 1 ring guide yang besar disebut Stripping Guide dan beberapa ring guide yang lebih kecil disebut Snake Guide, diletakkan di sepanjang blank joran untuk mengontrol jalannya fly line (kenur khusus untuk fly fishing) yang relatif tebal diameternya. Untuk menghindari gangguan dalam melempar (cast) biasanya rod ini tidak mempunyai bagian butt yang berada belakang reel seat, ataupun ada biasanya pendek saja. Tapi ada tipe rod yang mempunyai butt di bagian belakang reel seat dan malahan ada juga yang dilengkapi gimbal butt, biasanya untuk saltwater fly fishing. Joran jenis ini digunakan untuk umpan ringan yang membutuhkan jarak yang jauh.

4. Trolling Rod

Trolling Rod Joran khusus untuk memancing dengan cara Trolling, yaitu memancing dengan menyeret umpan buatan atau umpan alami memakai kapal yang berjalan dalam kecepatan tertentu. Joran ini biasanya mempunyai ukuran dari 5feet sampai dengan 7feet. Ada 2 tipe line guide untuk joran trolling, light dan medium trolling sampai dengan 50lbs biasanya menggunakan ring guide, untuk heavy trolling 50lbs keatas menggunakan roller guide. Semua tipe joran trolling menggunakan tipe Overhead Reel (conventional reel), yaitu reel yang posisinya berada pada sisi atas joran. Bagian butt pada joran trolling ada 2 jenis, yaitu tipe bent (bengkok) dan straight (lurus).

5. Baitcasting Rod

Baitcasting Rod adalah joran dengan Overhead Reel, biasanya digunakan untuk casting umpan di lokasi-lokasi yang sulit terjangkau dengan akurasi yang tinggi. Ciri khas joran tipe ini ditandai dengan adanya pegangan untuk jari telunjuk disebut Trigger Grip atau Pistol Grip (menyerupai trigger pada senapan) pada real seatnya, dan ring guide untuk joran tipe ini biasanya berdiameter jauh lebih kecil daripada ring guide pada spinning rod. Biasanya merek-merek terkenal mengeluarkan 2 model untuk tipe joran yang sama, yaitu model spinning dan model baitcasting. Joran jenis ini biasa digunakan untuk teknik casting karena dapat menjangkau tempat-tempat tertentu dengan akurat.

6. Spinning Rod

Spinning Rod adalah joran dengan Spinning Reel, joran ini biasa digunakan untuk casting umpan jarak jauh dengan mengorbankan sedikit akurasi lemparan. Joran dengan spinning rod adalah joran yang paling umum digunakan di Indonesia karena kemudahan pakai dan harga yang terjangkau. Joran spinning bisa berbentuk teleskopik, 1 section hingga 3 section blank. Spinning rod mempunyai ring guide yang relatif besar terutama pada ring guide yang pertama bila dihitung dari reel seat, fungsi ring guide yang besar ini adalah me-minimalkan friksi kenur yang berputar terhadap ring guide pada saat umpan dilempar. Spinning rod mempunyai jenis-jenis yang populer dikalangan pemancing seperti joran yang biasa dipakai mancing di empang, joran surf casting, joran popping, joran jigging dan sebagainya.

7. Popping Rod

Popping Rod adalah joran untuk mancing dengan teknik Popping, yaitu melempar umpan buatan dari kayu atau plastik yang disebut Popper. Joran popping menggunakan spinning reel sebagai penggulung kenur. Joran ini mempunyai rentang panjang blank mulai dari 7 feet sampai dengan 8,6 feet. Bagian butt dari joran ini sangat kuat, bagian grip nya menggunakan EVA foam dan dilengkapi dengan gimbal butt, beberapa tipe joran menggunakan reel seat dengan kunci pengaman. Joran popping masa kini menggunakan bahan dasar carbon composite untuk blank-nya, bahan ini sangan kuat dan ringan sehingga joran popping moderen dapat memiliki rating sampai dengan 100lbs, hampir rata-rata joran popping mempunyai fast action tapper.
Rating joran popping biasanya disebutkan dalam satuan PE, misalnya PE5, PE6, PE8, PE10. PE adalah satuan ukuran maksimal beban (breaking strain) pada kenur braided, artinya bila suatu joran popping mempunyai rating PE8 berarti kekuatan kenur maksimal untuk joran tersebut adalah PE8. Ring guide untuk joran popping rata-rata sudah memakai bahan metal alloy atau Silicon Carbide untuk mengantisipasi gesekan kenur braided dengan beban yang besar.

8. Jigging Rod

Banyak pemancing terutama orang-orang Jepang menyukai mancing dengan metode mancing yang dinamakan Jigging ini, yaitu mancing dengan menggunakan umpan berbentuk Metal Jig. Umpan ini bisa dilempar kemudian ditarik-tarik, atau bisa juga diulur masuk ke air sampai dengan kedalaman tertentu kemudian ditarik-tarik dengan irama tertentu (horizontal jigging atau vertical jigging). Joran jigging memerlukan kekuatan yang besar karena beban umpan yang bisa mencapai lebih dari 500gr, semua joran jigging mempunyai fast action tapper. Panjang joran jigging bervariasi mulai dari 5 feet sampai dengan 7 feet.
Seperti halnya joran popping, joran jigging mempunyai konstruksi yang sangat kuat tapi ringan, dikarenakan aktifitas jigging yang sangat menguras tenaga. Rating joran jigging biasanya disebutkan dalam satuan PE, misalnya PE5, PE6, PE8, PE10. PE adalah satuan ukuran maksimal beban (breaking strain) pada kenur braided, artinya bila suatu joran jigging mempunyai rating PE8 berarti kekuatan kenur maksimal untuk joran tersebut adalah PE8.
Joran jigging mempunyai 2 model yaitu overhead dan spinning, beberapa merek terkenal mengeluarkan 1 tipe joran yang sama dengan model overhead dan spinning. Walaupun joran jigging mempunyai rating sampai dengan 100lbs, joran model overhead tetap menggunakan line guide berupa ring, bukan roller seperti pada joran trolling. Ring guide menggunakan bahan dasar metal alloy atau silicon carbide untuk menahan gesekan kenur braided.

9. Joran Tegek

Power dan Action dari joran
Joran dibagi-bagi kelasnya dengan Action (sifat-sifat kelenturan joran waktu mendapat beban) dan Power (kekuatan joran).
- Slow Action
Joran tipe ini sangat lentur lifting powernya sangat rendah, ujung joran dapat melengkung sampai hampir mendekati bagian butt dari joran, joran ini bagus untuk mendeteksi gigitan ikan-ikan kecil dan menggunakan kenur yang kecil. Dengan joran tipe ini, tekanan dari ikan lebih diserap oleh joran daripada oleh kenur karena sifat kelenturannya. Joran dengan bahan dasar fiberglass biasanya mempunyai sifat slow action.
- Fast Action
Bila ditekuk joran ini akan sangat cepat sekali kembali ke posisi semula, sangat cocok untuk melempar umpan dengan akurasi tinggi dan untuk memainkan umpan buatan sehingga gerakannya bagus di air. Joran fast action hanya melengkung pada bagian atas joran saja, biasanya mulai dari setengah bagian joran ke atas. Joran-joran moderen dengan tipe ini biasanya terbuat dari High Modulus Graphite atau Carbon Composite sehingga mempunyai kekuatan, sensitifitas dan power yang luar biasa. Power rating dipakai untuk menentukan beban maksimal umpan dan kelas kenur yang dapat ditangani oleh joran tersebut, hal ini lebih berhubungan dengan besarnya target ikan yang akan dipancing

10. Joran bambu

Joran jenis ini banyak digunakan di daerah Yogyakarta, karena joran jenis ini sudah bertahun-tahun ditemukan di Jogja sampai sekarang. Joran jenis ini merupakan sambungan yang kuat antara joran dengan batang bambu muda pilihan sebagai tempat pegangan. Joran jenis ini tidak menggunakan reel, hanya menggunakan tarikan dengan tangan bila mendapatkan ikan. Pendapat dari penikmat mancing dengan jenis joran ini adalah joran ini sensasi pada saat ditarik oleh ikan lebih terasa mantap. Joran bambu ini biasa digunakan untuk memancing di kolam maupun di sungai.

11. Joran Antena (Telescophic)

Joran antena (Telescophic) : joran jenis ini merupakan joran yang dapat disambung seperti antena, ujung atas bagian tip top nya merupakan bahan yang penuh (tidak kosong), sementara bagaian lainnya kosong. Joran jenis ini biasa dipilih karena mudah untuk dibawa kemana-mana.

Hal Pokok Yang harus dipahami Oleh Setiap Pemancing



Kegiatan memancing saat ini kian marak digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Memancing saat ini bukan lagi sekedar olahraga dan hobi saja, kini pun telah menjadi pekerjaan yang menyenangkan. Contohnya para pemancing yang melakukan trip-trip mancing untuk ditanyangkan di sebuah stasiun televisi.

Secara luas memancing adalah suatu kegiatan menangkap ikan yang bisa merupakan pekerjaan, hobi, olahraga (sport fishing) atau kegiatan di pinggir atau di tengah danau, laut, sungai dan perairan lainnya dengan target seekor ikan. Atau bisa juga sebagai kegiatan menangkap ikan atau hewan air tanpa alat atau dengan menggunakan sebuah alat pancing oleh seorang atau beberapa pemancing.
Namun dalam praktek dan dari hasil buruannya, tidak semua kegiatan memancing ikan selalu membuahkan hasil seekor ikan, memancing ikan dapat juga diartikan tidak saja untuk menangkap ikan namun juga kodok, penyu, ikan, cumi-cumi, gurita, bahkan ikan paus. Ada 5 hal yang mendasari kegiatan ini, yaitu:
1. Ikan
Ikan merupakan sasaran atau tujuan kegiatan ini. Menaklukan ikan saat memancing memang memiliki kepuasan tersendiri bagi seorang pemancing, apalagi jika ikan yang berhasil ditaklukan berukuran besar atau ikan yang menjadi idaman para pemancing, rasa bangga pastilah menyertainya. Yang menjadi target dalam kegiatan memancing bukan hanya ikan saja, tapi juga hewan laut seperti cumi, kepiting, dan udang. Tanpa adanya target/sasaran, kegiatan ini bukanlah apa-apa.
2. Umpan
Memancing memerlukan umpan untuk menarik perhatian mangsa. Umpan merujuk kepada umpan hidup, mati maupun tiruan (lure). Umpan turut berperan penting dalam kegiatan memancing, karena umpan berfungsi menarik perhatian ikan untuk menyambar kail. Umpan juga menentukan ikan seperti apa yang akan terpancing.
3. Waktu
Waktu untuk memancing pun tidak kalah penting, waktu saat memancing sangat berpengaruh terhadap pola makan ikan dan hasil pancingan yang akan didapat. Waktu menentukan kapan saat tepat ikan untuk dipancing, atau pola makan ikan. Apakah pagi, siang, dan malam, atau saat air berarus deras atau tidak.
4. Lokasi
Tempat di mana anda akan memancing atau lokasi yang anda pilih untuk melontar joran akan menentukan teknik, umpan, dan ikan seperti apa yang akan dipancing. Seperti di sungai/empang, muara, laut, dll. Pilihlah lokasi yang tepat sesuai dengan target ikan dan teknik yang akan digunakan.
5. Peralatan dan Kemahiran
Setiap kawasan dan jenis ikan buruan mesti disesuaikan dengan peralatan yang sesuai. Gagal memilih peralatan seimbang dan sesuai tentu akan menyebabkan acara mancing anda tidak maksimal. Pemilihan, penggunaan dan bawaan terhadap peralatan pula memerlukan kemahiran. Kemahiran atau kemampuan seorang pemancing dalam memilih peralatan dan menguasai teknik sangatlah berpengaruh terhadap kegiatan mancing. Kemahiran tersebut dapat diperoleh dari pengalaman-pengalaman memancing, serta bersumber dari media seperti majalah mancing atau artikel-artikel di internet.
6. Nasib atau Keberuntungan
Selain yang telah disebutkan di atas, ada satu hal yang juga mendasari kegiatan ini yaitu nasib keberuntungan seseorang. Nasib bukan suatu pintu rezeki tanpa ia diusahakan terlebih dulu. Sebagai contoh, jika kita menaiki boat memancing, jangan harap ikan meloncat masuk ke dalam boat dengan sendiri. Konsep memancing memang tidak dapat lari daripada ungkapan ‘kita tidak tahu di mana ikan, kalau bernasib baik kita boleh dapat’. Jika kita memancing di kawasan yang sama (satu boat misalnya duduk sebelah menyebelah) dengan peralatan, umpan dan teknik sama. Tiba-tiba hanya rakan di sebelah yang menaikkan ikan sedangkan umpan anda langsung tidak disentuh. Jika ini berlaku, maka dia memang lebih bernasib baik daripada anda.
Tapi jika anda sedang bertarung dengan ‘strike’ ikan yang sama menggunakan peralatan yang sama, tiba-tiba anda gagal atau ikan terlepas ataupun tali putus sedangkan rekan anda sukses menaklukan ikan tersebut. Ini boleh katakan kemahiran pula menentukan kesuksesan. Jika hanya umpan berlainan maka diet atau umpan menjadi faktor. Jika umpan yang sama digunakan di lokasi yang sama tetapi memancing pada waktu berlainan siang dan malam contohnya, masa pula menjadi elemen penentu.                    

Resiko Memancing Disekitar Kilang Minyak




Memancing di sekitar pengeboran minyak dan gas (Rig) memang menggiurkan, karena memang terdapat banyak ikan di bawah Rig tersebut. Tapi ada baiknya tidak terlalu dekat dengan Rig (minimal 200m), dikarenakan selain terdapat banyak ikan juga terdapat berbagai bahaya yang dapat mencelakakan pemancing. Beberapa peringatan yang perlu diperhatikan jika pemancing ingin memancing di sekitar Rig, antara lain:
  1. Jika alarm pada RIG tersebut berbunyi segeralah menjauh.
  2. Posisi kapal jangan terlalu dekat dengan RIG.
  3. Hindari memancing pada RIG yang sedang melakukan pengeboran, ciri-ciri RIG yang sedang melakukan pengeboran yaitu RIG tersebut masih terdapat menara bornya.
Gas beracun (H2S), terdapat pada drilling Rig. (Sedang berlangsung pengeboran)
Pengeboran minyak/gas dapat menembus formasi (lapisan bumi) yang terdapat gas beracun (H2S), gas beracun tersebut dapat naik ke rig (permukaan) melalui lubang yang dibor, sesampainya diatas gas beracun tersebut akan terbang terbawa angin, dan selalu mencari permukaan yang lebih rendah (karena gas H2S lebih berat dari udara), artinya gas akan turun sampai di permukaan laut,(tempat kapal pemancing/nelayan berada), dengan konsentrasi gas yang tinggi gas beracun tersebut akan membunuh para pemancing/nelayan yang berada di bawah rig tersebut.
Gas ini sangat berbahaya bagi manusia. Saat ini gas beracun H2S terbesar ada di pengeboran darat (Petrochina Tuban dan Exxon Mobil Cepu), mencapai 2% (20000 ppm/part per million). Bau gas H2S pada dosis rendah (di bawah 50 ppm) seperti telur busuk, di atas 50 ppm malah tidak berbau lagi karena sel syaraf penciuman kita menjadi kebal. Jika kita terpapar (terhirup) H2S di bawah 50 ppm dalam beberapa menit, akan mual-mual bahkan pingsan. Yang bahaya adalah di atas 100 ppm, gas ini langsung merusak syaraf dan indra penciuman kita tidak bisa mendeteksi, bahkan korban bisa pingsan dan meninggal.

Bebasnya semburan gas liar yang tidak diketahui terdapat pada drilling Rig
Semburan gas liar, maksudnya tekanan gas yang sangat besar dari dalam sumur menuju permukaan,yang dapat teratasi, dan ada juga yang tidak dapat diatasi, yang tidak dapat diatasi dapat menyebabkan Rig tersebut hancur terbakar dan tenggelam, apa yang terjadi jika ada kapal pemancing/nelayan di bawah rig atau spot mancing atau rumpon tersebut.

Rig produksi di bawah laut terdapat Jalur pipa bawah laut
Pipa di bawah laut dibuat untuk mendistribusikan minyak/gas dari rig yang sedang berproduksi (platform) menuju ke tempat penyulingan minyak/gas di darat, kapal-kapal yang mampir di Rig tersebut tidak boleh sembarangan membuang jangkar di sekitar RIG, jangkarnya bisa jatuh tepat di atas pipa-pipa distribusi.

Resiko terkena benda jatuh dari atas Rig
100% semua Rig dan peralatannya terbuat dari besi jadi potensi untuk besi/benda lainnya jatuh ke kapal pemancing/nelayan sangatlah besar. Jadi, ada baiknya mencari spot mancing rumpon yang tidak berdekatan di sekitar Rig tersebut karena dapat mengancam keselamatan para pemancing.

Pelet umpan terbaik untuk mancing ikan mas.



Ikan mas hidup di air tawar, walau terkadang hidup juga di air payau. Bersikap rakus pemakan segala (sayuran, lumut, serangga, cacing, dsb). Ikan Mas hidupnya suka bergerombol dan suka di air yang mengalir. Oleh sebab itu kalau mau mancing ikan Mas lebih baik dekat lokasi tempat masuknya air.

Ikan mas mempunyai kebiasaan suka mencari makan di dasar kolam, sehingga sering terlihat gelembung-gelembung yang bergerak dari bawah ke atas dan tampak di permukaan air. Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni ikan yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Namun, makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan.

Untuk umpan, ikan mas menyukai jenis umpan tertentu seperti pelet, lebih disebabkan oleh faktor yang mempengaruhi pola makannya selama dalam masa masa hidup (masa pertumbuhan, memijah dst). Secara insting, hewan mampu mengenali jenis makanan yang layak untuknya. Yang penting bisa dimakan dan mampu dicerna oleh perutnya (edible food). Jika ikan (karper) dalam masa pertumbuhannya hanya mengenal makanan alami seperti ganggang, lumut & tanaman air lainnya, crustacea, ikan-ikan kecil, buah-buhan dan serangga maka ikan tersebut akan lebih menyukai jenis umpan alami tersebut.

Tapi jangan lupa bahwa hewan (ikan) mampu beradaptasi dengan lingkungannya lebih cepat dari yang kita kira, apalagi ikan mas tergolong hewan yang rakus, sehingga walaupun ikan mas besar di tempat alami yang belum pernah ada umpan berbahan pelet jatuh di habitatnya, begitu ada manusia memberi makan berupa pelet atau umpan berbahan dasar ubi, maka ikan akan segera beradaptasi dan mengenalinya sebagai makanan. Pemancing pertama di tempat tersebut, ketika pertama kali mendapat ikan mas tentu akan meng-klaim bahwa hasil pancingannya didapat dengan bantuan umpan pelet sehingga demikian seterusnya sehingga dipercaya bahwa pelet adalah makan ikan mas.
Tentu kecenderungan ikan mas makan pelet akan mudah terpola pada ikan mas hasil pembudidayaan. Dari kecil ikan mas sudah dikenalkan dengan makanan berupa pelet. Contoh lain, bisa kita lihat juga pada empang galatama di mana ikan mas akan terpola menyukai jenis makanan tertentu setelah berkali-kali dibombardir, sagu, roti dll.
Kenapa pelet? Tentu ini merupakan kecerdasan manusia, karena sulit menyediakan makanan untuk pakan ikan budidayanya jika harus menyediakan umpan alami secara lebih murah dan kontinyu, maka dibuatlah makanan yang bahan, aroma, tingkat gizi mendekati karakteristik makanan alami dari jenis ikan yang dibudidayakan manusia. Maka dibuatlah umpan berupa pelet. Ada banyak hal yang mempengaruhi ikan mas menyukai jenis umpan tertentu dan gambaran di atas adalah salah satunya.