-----------------------

Sunday, May 24, 2015

Umpan Hidup Untuk Mancing Liar




Dalam kegiatan memancing tak lepas dari yang disebut umpan, begitu juga dengan mancing di alam liar. Ada beragam umpan hidup yang biasa digunakan untuk mancing air tawar di alam liar, antara lain:

1. Cacing

Ada bermacam-macam jenis cacing yang ada di dunia ini, dan beberapa diantaranya biasa digunakan sebagai umpan hidup dalam kegiatan mancing, beberapa diantaranya yaitu:
  • Cacing susu, biasanya sering dijual di toko-toko pancing karena lebih tahan lama untuk disimpan.
  • Cacing tanah biasa, biasanya dijual di kolam pemancingan lele atau bawal.
  • Cacing Lur kali, tempat mencarinya di alam dengan menggalinya, tempat hidupnya biasanya di pinggir-pinggir kali kecil, biasanya selebar 2 atau 3 meter, di pinggirnya banyak pohon-pohonan atau semak-semak, tempatnya teduh, digali di bagian pinggir kali perbatasan antara air dengan tanah, yang tanahnya gembur, dan kalau diperhatikan di permukaannya banyak tanah berupa gumpalan atau butiran kecil-kecil yang merupakan kotorannya. Tanah gembur yang banyak sampah daun-daunan atau sisa-sisa kain atau batang pisang biasanya paling banyak cacingnya, yang harus diperhatikan kalau tanahnya bekas bakaran sampah, atau banyak semut atau rayapnya, tidak perlu digali karena tidak ada cacingnya. Juga diperhatikan kalau sehabis hujan atau tanah pinggir kalinya habis terendam, biasanya cacingnya naik ke tanah yang lebih tinggi lagi, tapi ada di permukaan tanah, di bawah daun-daun. Tempat lainnya bisanya di sela-sela akar pohon, di sekitar tanah gembur dan lembab di bawah pohon pisang, atau batang pohon dan daun pisang yang sudah rebah. Yang paling utama tempatnya harus teduh. Di parit-parit tempat pembuangan air sisa cucian rumah.
  • Cacing lur sawah, habitatnya bisanya di pinggir-pinggir galangan sawah, badannya lebih besar dari cacing lur kali bagian kepalanya berwarna keputihan, badanya merah keunguan, tempat menggalinya dengan melihat butiran-butiran kecil. Lumpur yang bertumpuk-tumpuk (kotoran lur) menggalinya agak dalam sekitar 30 sampai 40 cm. Kalau bisa lurnya jangan sampai kena air, nanti jadi getas, mudah putus. Lur sawah ini yang paling ampuh buat mancing.
  • Cacing merah/cacing sampah. Warna badanya merah dan agak licin karena berlendir, ukurannya agak kecil, kalau ditaruh dalam wadah suka merayap-rayap keluar. Mencarinya di daerah tempat buang sampah, di bawah daun-daun atau plastic, biasanya ada di permukaan tanah. Yang harus diperhatikan kalau di sampahnya bekas sering di bakar, atau tempatnya di terik matahari atau banyak semut dan rayapnya, cacingnya jarang hampir tidak ada.
  • Cacing kalung. Ciri-cirinya badanya keras dan berlendir, ukurannya bisa cukup besar, panjangnya bisa sampai 20 cm. Kalau tergali langsung meloncat-loncat. Warna badanya merah kebiruan agak mengkilap. Mencarinya biasanya ada di akar-akar pohon atau di sekitar pohon pisang yang tanahnya gembur atau di bawah pot tanaman. Menggalinya agak dalam. Bisa menggali dan hidup di tanah yang agak keras.
2. Ga’ang / Orong-orong / Anjing tanah


Habitat hidupnya sama dengan no. 1,2 dan 3 di atas, yaitu di pinggir-pinggir kali, tapi ada di tanah yang dekat dengan air dan agak basah, cara mencarinya dengan menggali, sampai ketemu bekas lubangnya, terus menggali mengikuti lubangnya kea rah bawah sampai ketemu ga’angnya. Atau kalau sudah yakin di bagian tersebut banyak lubang ga’angnya, bendung kalinya di bagian hilirnya, biar airnya naik dan mengenangi pinggir kali yang banyak lubang ga’angnya, tunggu saja, nanti ga’angnya pada keluar dan berenang di air, tinggal di tangkapi.

3. Terkelak / Perlak
Sejenis kecoa tapi lebih kecil dan ngga ada sayapnya. Hidupnya di tanah halus yang kering. Biasanya paling banyak di tanah sekitar dapur tradisional yang masih pakai kayu bakar, dipinggir-pinggir rumah yang masih berlantai tanah, atau di tanah di bawah kandang ayam. Atau di tanah sekitar batang pohon kelapa yang sudah mati.

4. Ulat Pisang / Cangcilung

Ulat seukuran separo kelingking, berwarna putih kehijauan, cara mencarinya di daun-daun pisang, yang bagian pinggirnya menggulung seperti di linting, ulatnya ada di dalamnya.

5. Capung
Cara menangkap capung yang paling mudah menurut saya pakai sedotan yang ada lem nya, yang biasanya di jual untuk menangkap lalat. Tancapkan saja dua atau tiga buah di pinggiran kali atau danau yang banyak capungnya, tapi disambung pakai lidi atau ranting biar agak tinggi posisinya, biasanya nanti capungnya hinggap sendiri dan lekat di lemnya.

6. Laron
Cuma ada pada saat-saat tertentu saja, cara menangkapnya saya biasanya dengan meletakkan baskom berisi air tepat dibawah lampu yang terang, biasanya laronnya berkumpul di situ, dan nanti jatuh ke dalam baskom dan karena ada airnya jadi sayapnya basah dan tidak bisa terbang lagi.

7. Jangkrik
Jangkrik dibeli sebagai makanan untuk ikan Arwana dan umpan memancing ikan Lele. Jangkrik sekarang sudah diternakkan untuk mendapatkan peranakannya dengan cepat. Budidaya jangkrik memang untuk memenuhi kebutuhan para pemancing akan pakan ikan arwana serta untuk umpan memancing. Pengembang biakan jangkrik juga untuk memenuhi pangsa pasar pakan burung. Jangkrik dalam memancing dipasang pada mata kail dalam kondisi hidup, dan dipasang dengan menusukknya pada kepala terlebih dahulu menembus tubuhnya dan ujung mata kail akan keluar sampai ke ekor.

8. Udang
Udang merupakan salah satu umpan yang digemari oleh para pemancing. Biasanya udang digunakan secara seekor atau secara irisan baik dalam keadaan hidup maupun yang sudah mati. Udang adalah makanan utama ikan di laut, muara dan di sungai. Dapat dikatakan semua ikan suka memakan umpan udang.

9. Katak
Anak katak yang biasanya digunakan untuk umpan memancing adalah anak katak sawah (di Jawa Barat disebut bancet). Terdapat di daerah persawahan, rawa-rawa atau danau berteratai / bereceng gondok. Anak katak ini biasanya digunakan sebagai umpan untuk mancing ikan gabus, toman, belida dan ikan predator lainya.

10. Cicak
Cicak biasanya digunakan sebagai umpan untuk mancing bawal atau lele. Cara menggunakannya biasanya dengan cara cicak dibakar setengah matang. Cicak dapat ditemui di atap rumah atau di batang-batang pohon. Cara menangkapnya bisa dijepret dengan karet atau dengan menggunakan lidi yang ujungnya ditaruh sedikit lem tikus, dan disentuhkan ke tubuh cicak, maka cicak akan menempel dan terjatuh.

11. Laba-laba
Laba-laba yang biasa digunakan sebagai umpan mancing adalah laba-laba pohon. Laba-laba pohon ini biasanya ditemukan di pohon-pohon besar yang terdapat banyak serangganya. Untuk digunakan sebagai umpan mancing, laba-laba ini biasanya kaki-kakinya diputuskan terlebih dahulu.

12.  Kepiting Sawah (Yuyu)
Kepiting sawah atau anakan yuyu merupakan sejenis kepiting bercangkang lembut, embes bulu. Biasa dipakai sebagai umpan untuk mancing ikan gabus. Yuyu biasanya terdapat di pinggiran kali kecil, perbatasan antara air dan tanah, yang tanahnya basah dan banyak airnya (biasanya dia bikin lubang di situ).